LINIKATA.COM, PATI – Minyak goreng merek Minyakita mendadak hilang dari pasaran Pati sejak pertengahan Ramadan. Kelangkaan ini menghantam semua lini, mulai dari warga, pengecer, hingga pedagang besar. Kondisi ini memicu keresahan warga yang sedang bersiap menghadapi lebaran.
Warga Wedarijaksa, Karsu, mengaku sudah dua minggu kesulitan mencari stok di toko-toko sembako. Dirinya sudah mendatangi beberapa toko dan hasilnya nihil.
“Mulai puasa pertengahan sampai sekarang sulit sekali,” ujar Karsu, Selasa (17/3/2026).
Di Kecamatan Jakenan, pedagang sembako bernama Parmi mengamini sulitnya mendapat pasokan. Tak hanya langka, harga kulakan pun ikut merangkak naik, memperberat beban warga yang baru saja terdampak bencana banjir.
Baca juga: Jelang Lebaran Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Bintoro Demak Merangkak Naik
“Kalau kulak sekarang sampai Rp220 ribu per kardus. Naik sekitar Rp5 ribu,” tambah dia.
Kondisi ekonomi warga Jakenan yang belum stabil membuat kelangkaan ini terasa kian mencekik.
“Pembeli jelas ngeluh apalagi sedang sulit uang habis kena banjir kemarin. Apalagi barangnya juga susah,” imbuh dia.
Pemilik toko distributor, Rudi Sulistiyanto, juga mengeluhkan kekosongan stok yang terjadi berulang kali dalam dua pekan terakhir. Permintaan masyarakat yang membeludak tidak sebanding dengan kiriman barang yang masuk.
“Dua minggu ini sering kosong permintaan banyak tapi barang tidak ada,” katanya.
Keterbatasan stok memaksa distributor untuk memprioritaskan warga lokal saja, sehingga banyak pelanggan dari luar daerah yang terpaksa pulang dengan tangan hampa.
Baca juga: Jelang Lebaran, Dispertan Pati Pastikan Daging di Pasar Layak Konsumsi
“Kadang lima hari sekali bahkan seminggu sekali. Itu juga barangnya tidak banyak. Jadi hanya untuk warga sekitar saja. Pelanggan dari luar daerah banyak balik,” tambah dia.
Meski sudah mengikuti prosedur dari Bulog, para pelaku usaha merasa persyaratan yang ada cukup rumit dan tidak menjamin ketersediaan barang. Pemerintah pun didorong untuk segera melakukan aksi nyata di lapangan.
“Semoga pemerintah bisa segera mengatasi persoalan ini. Kasihan warga karena barangnya susah. Untuk ngakses langsung ke Bulog juga sulit. Itupun kadang ada kadang tidak. Kalau memang operasi pasar, ya operasi pasar, keluarkan saja barangnya,” pungkas dia. (LK2)
Editor: Ahmad Muhlisin














