LINIKATA.COM, PATI –Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengizinkan penggunaan sound horeg dalam takbir keliling Idulfitri 2026. Namun, pihaknya memberikan syarat agar penggunaan pengeras suara itu tidak sampai mengganggu masyarakat.
Chandra menegaskan, takbir keliling telah menyatu sebagai tradisi tahunan yang tak terpisahkan dari warga Bumi Mina Tani. Makanya, pemerintah tidak memiliki niat untuk membatasi kegembiraan masyarakat dalam merayakannya.
Tradisi Tahunan yang Tetap Dijaga Tanpa Larangan
Namun, meski memberikan izin, ia memberikan syarat agar penggunaan pengeras suara tersebut dilakukan secara bijak dan tidak sampai mengusik ketenangan warga di sekitar jalur yang dilalui.
Baca juga: Pemkab Pati Gelontorkan Rp11 M untuk Insentif 12.459 Guru TPQ hingga Madin
“Kami tidak melarang. Tidak ada larangan untuk takbir keliling. Cuma jangan sampai menyalakan sound yang mengganggu masyarakat yang disekitarnya. kalau larangan (sound horeg) tidak ada. Cuma jangan sampai berlebihan itu aja,” ungkap Chandra di Pendapa Pati, Selasa (10/3/2026).
Aturan Main dan Batasan Teknis Sound Karnaval
Terkait teknis di lapangan, Pemkab Pati tetap memegang teguh kesepakatan bersama para pengusaha audio pada 2 Mei 2025 lalu saat Bupati Pati Nonaktif Sudewo masih menjabat. Dalam aturan tersebut, istilah sound horeg secara resmi telah berganti nama menjadi sound karnaval. Selain perubahan nama, terdapat batasan teknis yang wajib dipatuhi yakni maksimal penggunaan 16 sub single.
Angka 16 sub single ini dianggap sebagai batas aman agar getaran suara tidak sampai mengakibatkan kerusakan pada bangunan di sepanjang rute keliling. Tidak hanya soal volume dan teknis audio, aspek etika juga menjadi perhatian serius pemerintah. Dalam perayaan takbir keliling nanti, penggunaan dancer atau penari seksi sangat dilarang untuk menjaga kesucian momen Lebaran.
”Pembatasan waktu itu sudah ada keputusan bersama. Antara (pengusaha) sound horeg dengan Pemerintah Kabupaten Pati. Kita masih mengacu itu,” tegas Chandra.
Baca juga: Dari 400 Sisa 22 PKL, DPRD Pati Minta Pemkab Perhatikan Alun-Alun Kembangjoyo
Harapan untuk Perayaan Lebaran 2026 yang Kondusif
Menutup keterangannya, Plt Bupati Pati menaruh harapan besar agar malam takbiran 2026 menjadi momen yang membahagiakan sekaligus kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia mengimbau seluruh warga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan demi kelancaran acara di malam takbir nanti.
”Imbauannya takbir keliling ini ritual yang membahagiakan bagi masyarakat Pati. Jadi saya harap momen sakral ini bisa berjalan dengan baik dan kondusif. Sehingga masyarakat bisa menikmati takbir keliling dengan bahagia,” tandas Chandra. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














