LINIKATA.COM, GROBOGAN – Bagi para pencinta kuliner tradisional, Kabupaten Grobogan menyimpan kekayaan rasa yang sayang untuk dilewatkan. Salah satu primadona yang menjadi incaran saat pagi hari adalah nasi jagung bungkus daun jati, sebuah sajian murah meriah namun kaya nutrisi yang sangat cocok untuk mengawali aktivitas.
Kuliner legendaris ini dapat ditemukan di deretan warung sederhana di sepanjang jalan raya Grobogan – Salatiga, tepatnya di Desa Kedungjati, Kecamatan Kedungjati. Nasi jagung atau yang akrab disapa sego jagung oleh warga lokal ini menawarkan cita rasa klasik yang tetap eksis di tengah gempuran makanan modern.
Satu porsi nasi jagung yang dibungkus rapi dengan daun jati ini menyajikan komposisi yang lengkap. Di dalamnya, pelanggan akan mendapatkan nasi jagung pulen yang disandingkan dengan sayur urap segar, ikan asin goreng yang renyah, serta botok mlanding atau pepes petai cina. Perpaduan bahan-bahan ini menciptakan harmoni rasa gurih dan segar yang khas.
Baca juga: Menikmati Lontong Balungan Mbah Rum yang Legendaris di Kropak Pati
Keunikan kuliner ini tidak hanya terletak pada bahannya, tetapi juga aromanya. Penggunaan daun jati sebagai pembungkus luar serta daun pisang di bagian dalam memberikan aroma wangi yang khas pada nasi. Hal inilah yang membuat banyak pelanggan setuju bahwa nasi jagung Kedungjati memiliki daya tarik tersendiri yang bikin ketagihan.
Wibowo Hanung, salah satu pelanggan setia, mengaku bahwa kuliner ini telah menjadi menu sarapan andalannya. Ia merasa masakan ini membawa kembali memori selera Jawa tempo dulu yang autentik.
“Iya ini makanan khas sini Kedungjati, kalau soal rasa ini enak. Memang setiap sarapan ini menu andalan di sini mas. Pokoknya rasanya enak selera orang jawa,” katanya saat ditemui belum lama ini.
Kepopuleran menu ini juga diakui oleh Bu Jati, salah seorang penjual nasi jagung di wilayah tersebut. Ia menuturkan bahwa setiap pagi warungnya selalu dipenuhi pelanggan yang mencari menu sehat tersebut. Tingginya antusiasme warga membuat stok nasi jagungnya selalu ludes diburu pembeli dalam waktu singkat setiap harinya.
Baca juga: Asyiknya Nyore di Angkringan Semar, Cuma 10 Menit dari Alun-Alun Pati
Selain di warung pinggir jalan, wisatawan atau pembeli juga bisa menemukan sajian serupa di pasar tradisional yang lokasinya tak jauh dari pusat Desa Kedungjati. Selain rasanya yang nikmat, nasi jagung ini juga dikenal sebagai pilihan makanan sehat karena memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan nasi putih, sehingga aman dan mengenyangkan.
Hal yang paling menarik bagi kantong wisatawan adalah harganya yang sangat terjangkau. Hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp3.000 saja, satu bungkus nasi jagung komplit sudah bisa dinikmati. Kuliner jadul ini membuktikan bahwa makanan sehat dan enak tidak selamanya harus dibayar mahal. (Lk6)
Editor: Ahmad Muhlisin














