LINIKATA.COM, PATI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pati, Sudewo, di Kabupaten Pati, Senin (19/1/2025). Sudewo diduga terlibat dalam kasus jual beli jabatan pada pengisian perangkat desa (Perades) di sejumlah desa pada 2026.
Sudewo saat ini sedang diperiksa oleh penyidik KPK di Kudus. Penangkapan ini telah dikonfirmasi oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. Budi juga membenarkan bahwa Sudewo terjerat kasus jual beli jabatan Perades.
“Benar, KPK sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Pati,” katanya melalui pesan WhatsApp.
Baca juga: Bupati Pati Sudewo Dikabarkan Diperiksa KPK
Respon AMPB: Antara Kesedihan dan Rasa Lega
Menanggapi peristiwa tersebut, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Suharno, mengungkapkan perasaan campur aduk. Ia menyayangkan dugaan korupsi ini terjadi justru saat warga Pati tengah berjuang menghadapi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
“Kami sebenarnya sangat bersedih gitu ya. Karena apa? Saat ini warga Pati sedang dilanda banjir, tetapi praktik-praktik korupsi itu malah terjadi gitu,” keluhnya saat dihubungi awak media melalui telepon, Senin petang.
Di sisi lain, Suharno mengaku lega karena upaya AMPB yang selama ini bolak-balik ke kantor KPK di Jakarta akhirnya membuahkan hasil, meskipun kasus yang menjerat Sudewo berbeda dengan dugaan suap proyek DJKA Kemenhub yang sebelumnya sempat mencuat.
“Memang harapan AMPB ini, pemimpin di Kabupaten Pati kami harapkan bebas dari praktik-praktik KKN (Korupsi Kolusi, dan Nepotisme). Jadi, dengan tertangkapnya Pak Sudewo atas OTT pagi tadi, sedikit banyak kami juga merasa lega,” ungkap Suharno.
Baca juga: Donasi Rp291 Juta ASN untuk Korban Bencana Sumatra Dialihkan ke Pati
Harapan untuk Masa Depan Pati
AMPB berkomitmen untuk terus mengawal jalannya pemerintahan di Kabupaten Pati agar bersih dari praktik KKN di masa m endatang. Suharno berharap kasus ini menjadi pengingat keras bagi pejabat pemerintahan lainnya.
“Harapan saya ke depan terhadap pemerintah Kabupaten Pati agar praktik-praktik korupsi yang terjadi saat ini itu bisa dijadikan contoh. Jadikan contoh dan pembelajaran agar itu tidak terulang lagi, agar masyarakat dan pemerintah bisa bersama-sama untuk membangun Parti ke depan yang lebih baik,” tuntasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














