Inti Berita:
- Wilayah: Desa Maitan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati
- Inti berita: Warga dilanda krisis air bersih selama tiga bulan akibat kekeringan parah dan minimnya bantuan logistik air yang masuk
- Data kunci: 54 desa di 11 kecamatan di Pati terdampak kekeringan; Masih ada beberapa desa yang jarang dapat kekeringan, sehingga warga terpaksa beli
LINIKATA.COM, PATI – Krisis air bersih akibat musim kemarau panjang dirasakan warga Desa Maitan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, yang sudah berlangsung selama tiga bulan terakhir.
Minimnya pasokan air dari pihak luar membuat warga harus berjuang ekstra keras untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK), hingga minum ternak sehari-hari.
Baca juga: Resmi! Plt Bupati Pati Tetapkan Status Tanggap Darurat Kekeringan
Warga Terpaksa Beli Air
Salah satu warga Desa Maitan, Partini, mengungkapkan bahwa desanya sangat jarang tersentuh bantuan distribusi air bersih secara rutin.
“Kekeringan sudah tiga bulan. Gak ada bantuan sejak 3 hari lalu, tapi sekarang alhamdulillah dapat bantuan,” kata Partini saat ditemui di lokasi droping air, Kamis (24/9/2026).
Ketika pasokan bantuan nihil, Partini bersama warga lainnya terpaksa merogoh kocek pribadi untuk membeli air tangki swasta.
“Kalau tak ada bantuan, ya beli. 1.000 liter Rp80 ribu buat seminggu. Beli sendiri kalau itu,” ungkapnya.
Sebagian warga yang tak mampu membeli terpaksa mengais sisa-sisa air dari sumur penduduk dengan hasil yang sangat terbatas dan harus diirit hingga berhari-hari.
Baca juga: Kekeringan, Petani di Bungasrejo Pati Terpaksa Beli Air demi Selamatkan Padi
Puluhan Desa Terdampak
Relawan Kemanusiaan Pati, Herru Sudiharto, mencatat saat ini sudah ada 54 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Pati yang mengalami kekeringan ekstrem, dengan wilayah terparah meliputi Jakenan, Jaken, dan Pucakwangi.
Mengingat luasnya cakupan wilayah terdampak, tidak semua desa bisa mendapatkan pasokan air setiap hari.
“Untuk saat ini, informasi dari warga sini, bantuan jarang masuk ke Desa Maitan. Makanya hari ini kami kirim ke Desa Maitan. Untuk saat ini kami kirim 2 truk tangki kapasitas 16 ribu liter,” jelas Herru.
Pihaknya bersama elemen masyarakat seperti Gereja Katolik St Jusuf Pati terus berfokus menyisir wilayah-wilayah perbatasan terpencil yang jarang tersentuh bantuan reguler, termasuk perbatasan Pati-Blora dan Pati-Grobogan. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














