LINIKATA.COM, PATI – Sejumlah kepala desa mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Jumat (18/9/2026). Mereka merasa malu karena banyak Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat sering mangkir dari rapat paripurna.
Perwakilan Kades, Mulyono, menyampaikan, dalam kunjungan itu, mereka meminta daftar nama camat yang bolos. Mengengingat, mereka merupakan pimpinan para kepala desa di tingkat kecamatan. Ia menilai adanya kabar ketidakhadiran sejumlah camat dan kepala dinas itu tentu memalukan.
“Beliau-beliau ini menjadi panutan dan tuntunan kami, dengan adanya berita seperti itu kan kita malu. Kita berdua ini ingin memastikan berita itu benar atau tidak,” jelas Kades Gunungwungkal itu.
Baca juga: Kepala Dinas-Camat Bolos Paripurna DPRD Pati, Plt Bupati: Pasti Ada Sanksi
Minta Daftar Nama
Untuk memastikan kebenaran ketidakhadiran sejumlah camat dan kepala dinas itu, Mulyono bersama rekannya mengajukan surat tertulis kepada DPRD Pati guna meminta daftar kehadiran.
“Kami pingin tahu mereka-mereka yang tidak hadir,” ujarnya.
Permintaan absensi itu, kata dia, bukan mencari kesalahan. Melainkan, sebagai keseimbangan informasi. Sebaliknya, jika ada anggota DPRD Pati yang tidak hadir dalam rapat paripurna, harus diperlakukan yang sama.
“Untuk keseimbangan, baik legislatif maupun eksekutif, begitu juga yang tidak hadir. Kalau memang ada wakil kita yang duduk di DPRD di dalam rapat seperti itu yang sifatnya tidak hadir, ya kita harus sama-sama memberikan keseimbangan untuk pemberitaan,” ucapnya.
Baca juga: Kepala Dinas-Camat Bolos Paripurna, DPRD Pati: Kalau Tak Sanggup, Mundur
Sebut Abaikan Aspirasi Warga
Lebih jauh, Kades Gunungwungkal itu sangat menyayangkan kabar ketidakhadiran sejumlah camat dan kepala dinas dalam rapat paripurna perubahan anggaran. Seharusnya, jika sejumlah camat dan kepala dinas itu berhalangan hadir karena mendesak, dapat diwakilkan.
Padahal rapat tersebut merupakan bentuk penyaluran aspirasi kepala desa yang bersumber dari hasil koordinasi kecamatan (rakorcam) untuk membawa usulan pembangunan dari desa.
“Bukan tidak menghargai undangan saja, mereka ini membawa aspirasi desa. Adanya rakorcam-rakorcam ini kan menampung aspirasi desa masing-masing,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














