LINIKATA.COM, REMBANG – Kasus dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, terus meluas. Akibat insiden yang terjadi berulang kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang tengah mengkaji opsi penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang, Fahrudin, mengatakan pihaknya akan segera menggelar rapat koordinasi lintas sektor. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Satgas MBG Rembang.
”Mas, tunggu besok. Insyaallah segera diadakan rapat oleh Bapak Ketua Satgas,” kata Fahrudin saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (10/9/2026).
Baca juga: MTs N 1 Rembang Minta Maaf Usai Halangi Liputan Dugaan Keracunan MBG
Ratusan Siswa dan Guru Tumbang
Rencana pembahasan status KLB ini mencuat menyusul rentetan kasus gangguan pencernaan massal yang menimpa warga sekolah di Lasem dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang, total korban terdampak kini telah mencapai ratusan orang dari tiga sekolah berbeda.
Berikut rincian sekolah yang terdampak dugaan keracunan MBG di Rembang:
SMAN 1 Lasem: Sebanyak 752 siswa dan 25 guru mengalami diare massal pada Kamis (3/9/2026). Akibatnya, aktivitas sekolah sempat lumpuh lantaran fasilitas toilet overload dan siswa harus dipulangkan lebih awal.
Baca juga: Mual dan Diare, 3 Siswa MTsN 1 Lasem Rembang Diduga Keracunan MBG
MAN 2 Rembang: Sebanyak 271 siswa dan 7 guru dilaporkan mengeluhkan gejala mual, muntah, dan pusing usai menyantap menu ayam kare dan potongan melon pada Senin (7/9/2026). Puluhan siswa sempat dilarikan ke Puskesmas Lasem dan belasan lainnya menjalani rawat inap.
MTsN 1 Rembang: Kasus terbaru dilaporkan melanda 51 siswa dan guru dengan keluhan serupa, Rabu (9/9/2026). Ambulans dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan medis secara langsung. (LK8)
Editor: Ahmad Muhlisin














