LINIKATA.COM, PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengambil alih tanggung jawab Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menanggung seluruh biaya pengobatan korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (10/9/2026). Dalam kasus tersebut, ratusan siswa dan guru mengalami mual-mual hingga diare.
Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menjelaskan, pembiayaan penanganan dalam kondisi darurat dapat menggunakan belanja tak terduga karena menyangkut keselamatan korban. Mengingat korban yang mencapai ratusan, Pemkab Pati telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).
”Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan dan memastikan kondisi mereka terus terpantau,” kata Chandra dalam rilisnya, Rabu (10/9/2026).
Baca juga: 231 Siswa dari 3 Sekolah di Gembong Pati Diduga Keracunan MBG
Chandra menjelaskan, penanganan kasus dilakukan Pemkab Pati melalui koordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan dan fasilitas kesehatan. Koordinasi juga dilakukan bersama pihak sekolah serta SPPG/Badan Gizi Nasional (BGN).
”Kami terus memimpin penanganan dengan terus melakukan koordinasi langsung dengan pihak-pihak terkait,” ujar Chandra.
Tanggung Seluruh Biaya Medis
Selain penanganan korban, Pemkab Pati terus melakukan pendataan dan sinkronisasi jumlah korban. Pemerintah daerah juga mengawal proses investigasi untuk memastikan penyebab kejadian dapat diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.
”Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi,” tegas Chandra.
Baca juga: Buntut Kasus Dugaan Keracunan, SPPG Gembong 1 Pati Ditutup Sementara
Pihaknya mengaku terus berkoordinasi dengan kepala sekolah, perawat, direktur rumah sakit, dan bahkan, menurut Chandra, Pemkab juga menerjunkan tenaga kesehatan untuk datang langsung ke rumah-rumah siswa yang menjadi korban.
”Misalkan ada yang masih sakit, kita minta tenaga kesehatan untuk datang ke rumah siswa-siswa tadi. Sekali lagi mohon maaf kepada orang tua murid, kepada masyarakat Kabupaten Pati, kami akan terus berupaya masalah ini bisa tertangani dengan segera dan masalah pengobatan semua ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Pati,” tutur Chandra. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














