LINIKATA.COM, REMBANG – Dalam kurun enam hari, dua kasus diduga keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kabupaten Rembang. Akibatnya, seribuan siswa mengalami diare sampai muntah-muntah sehingga sebagian harus dilarikan ke puskesmas.
Kasus pertama terjadi di SMAN 1 Lasem pada Selasa (3/9/2026). Sebanyak 725 murid dan 25 guru dilaporkan mengalami gejala diare parah, mual, serta muntah usai menyantap menu MBG.
Belum tuntas kasus pertama, petaka serupa kembali terjadi hari ini, Selasa (8/9/2026). Kali ini giliran 271 siswa MAN 2 Rembang diduga keracunan hingga 26 di antaranya harus dilarikan ke Puskesmas Lasem. Para siswa juga mengeluhkan pusing, diare, dan mual.
Baca juga: 271 Siswa MAN 2 Rembang Diduga Keracunan MBG, 26 Dilarikan ke Puskesmas
Ormas Minta MBG Dihentikan
Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Brandal Alif, Arief Yulianto, secara tegas mendesak pemerintah mengambil langkah ekstrem. Dia meminta program andalan Presiden Prabowo Subianto itu untuk dihentikan.
”Kami minta pemerintah untuk menghentikan total program MBG di Rembang demi melindungi keselamatan dan kesehatan para siswa,” ujar Arief.
Arief juga blak-blakan mempertanyakan langkah nyata serta keberadaan Ketua Satgas MBG Rembang, M. Hanies Cholil Barro’, yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Rembang.
Publik kini menuntut Satgas tidak tinggal diam dan segera melakukan audit total. Standar higienitas dapur penyedia pangan (SPPG) harus dievaluasi, termasuk transparansi hasil investigasi laboratorium kepada masyarakat luas.
Baca juga: 777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Rembang Tumbang Diduga Keracunan MBG
Bupati-Wabup Rembang Bungkam
Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi terus dilakukan kepada pihak-pihak terkait, namun belum ada jawaban.
Ketua Satgas MBG Rembang, M. Hanies Cholil Barro’, telah dihubungi via pesan singkat. Namun, pria yang akrab disapa Gus Hanies itu belum memberikan respons resmi saat ditanya mengenai perkembangan kasus MBG dan keberadaannya.
Hal serupa juga terjadi pada Bupati Rembang, Harno. Saat dimintai konfirmasi mengenai kasus dugaan keracunan makanan massal yang melonjak drastis ini, orang nomor satu di Rembang tersebut juga belum memberikan jawaban.
Sementara itu, pihak dinas terkait bersama aparat kepolisian dilaporkan masih terus melakukan penyelidikan mendalam di lapangan. Petugas masih berupaya memastikan penyebab pasti dari rentetan kasus keracunan massal yang meresahkan warga Rembang ini. (LK8)
Editor: Ahmad Muhlisin















Comments 1