LINIKATA.COM, PATI – Gelombang dukungan terhadap aksi unjuk rasa pengesahan RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati Koruptor tidak hanya datang dari Kabupaten Pati. Puluhan warga Kabupaten Jepara dikonfirmasi ikut bertolak ke Jakarta untuk bergabung dengan rombongan massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR RI, Senayan.
Lantaran kesulitan mendapatkan armada bus di daerah asal, sebagian besar warga Jepara terpaksa menempuh perjalanan menuju ibu kota menggunakan iring-iringan kendaraan pribadi.
Salah seorang warga Jepara yang ikut bertolak ke Jakarta, Farid, membeberkan bahwa ada sekitar 50 warga Jepara yang terkonfirmasi ikut menyuarakan aspirasi ke Senayan.
”Ikut demo tapi mobil pribadi. Soalnya busnya udah penuh semua. Tadi pagi sudah ada tiga mobil dari Jepara udah berangkat, nanti berangkat 3 mobil lagi. Sementara yang kita tahu ada 6 mobil, masing-masing mobil isi 8 orang,” ungkap Farid, Rabu (26/8/2026).
Baca juga: Ratusan Massa AMPB Berangkat Demo ke Jakarta, Bus Sempat Dihalang-halangi
PO Bus Diduga Diintimidasi
Farid membeberkan alasan utama rombongan Jepara terpaksa beralih menggunakan kendaraan pribadi. Pihaknya mengaku telah berupaya menyewa bus dari sejumlah Perusahaan Otobus (PO) lokal di Jepara, namun seluruh penyedia jasa transportasi menolak melayani pemberangkatan massa aksi.
Berdasarkan pengakuan pihak PO bus, muncul ancaman dan pembatasan ketat yang melarang pengangkutan penumpang untuk keperluan unjuk rasa ke Jakarta.
”Karena kita mandiri. Kita sudah mencoba menghubungi PO yang di Jepara semuanya tidak berani, karena sudah diberi peringatan dari manajemen kalau mengangkut peserta demo maka akan dicabut operasional PO dan SIM para pengemudinya,” beber Farid.
Kondisi tersebut melumpuhkan antusiasme sebagian besar warga Jepara lainnya yang sebenarnya berminat tinggi untuk ikut menyuarakan tuntutan ke Jakarta namun terkendala ketersediaan moda transportasi.
”Kami sudah mencoba pesan PO bus tapi tidak berani. Padahal antusias masyarakat sangat banyak,” tambahnya.
Baca juga: Sepakat Soal RUU Perampasan Aset, POS Dukung Aksi AMPB Meski Tak Ikut Ke Jakarta
Tuntutan Pengesahan RUU Perampasan Aset
Meski menghadapi berbagai hambatan logistik dan armada, Farid menegaskan bahwa hal tersebut tidak menyurutkan semangat warga Jepara untuk berdiri bahram-membahu bersama massa AMPB Pati demi mengawal agenda penegakan hukum nasional.
Menurutnya, isu pemberantasan korupsi, pengesahan UU Perampasan Aset, serta penerapan hukuman mati bagi para koruptor merupakan jeritan hati seluruh rakyat Indonesia yang harus didorong secara kolektif.
”Hanya koruptor yang tidak tergerak. Saya yakin siapapun pasti tergerak. Semua masyarakat Indonesia, termasuk warga Jepara, semuanya tergerak untuk menyuarakan hukuman mati para koruptor dan perampasan aset koruptor,” tegas Farid.
Rombongan kendaraan dari Jepara tersebut dijadwalkan akan bertemu dengan rombongan lima bus utama dari AMPB Pati di Jakarta untuk menggelar aksi massa bersama di depan kompleks Parlemen Senayan pada Kamis (27/8/2026). (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin













