LINIKATA.COM, DEMAK – Insiden kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Sedo di Desa Sedo, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Senin (25/8/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Sebanyak 62 kios ludes setelah dilalap si jago merah.
Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, kerugian material akibat musibah ini ditaksir mencapai Rp1,2 miliar.
Kobaran api pertama kali diketahui warga dan para pedagang ketika sudah membesar, memicu kepanikan di sekitar lokasi. Upaya pemadaman mandiri sempat dilakukan menggunakan alat seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.
Petugas pemadam kebakaran yang diterjunkan ke lokasi langsung bergerak cepat melokalisir titik api guna mencegah perluasan ke bangunan lain yang belum tersambar.
Baca juga: Kebakaran Hebat di Dawe Kudus, 2 Gudang Gula dan Rumah Ludes
Kendala Pasokan Air Pemadaman
Komandan Regu Pemadam Kebakaran (Danru Damkar) Satpol PP Kabupaten Demak, Muhammad Imron, menjelaskan bahwa proses pemadaman menghadapi tantangan tersendiri akibat material bangunan yang mudah terbakar serta minimnya sumber air di sekitar lokasi Pasar Sedo.
”Pertama datang kami melokalisir api yang mau merambat kanan kiri dari bangunan tersebut agar api tidak merambat meluas ke bangunan yang belum terbakar. Kendala pemadaman dari bahan sumber air yang sulit didapat di sekitar lokasi kebakaran Pasar Sedo,” ujar Imron, Selasa (25/8/2026).
Operasi pemadaman hingga tahap pendinginan memakan waktu sekitar lima jam dengan mengerahkan total delapan unit armada pemadam kebakaran.
Baca juga: Sampai Juli Ada 73 Kebakaran di Pati, Ini 3 Kecamatan Kasus Terbanyak
Pedagang Mengais Puing Bangunan
Suasana duka menyelimuti para pedagang pada Selasa siang. Mereka tampak mendatangi lokasi kejadian untuk mengais puing-puing sisa barang dagangan yang barangkali masih bisa diselamatkan.
Rozak, salah seorang pedagang sembako di pasar tersebut, menuturkan bahwa dirinya tidak sempat menyelamatkan barang dagangannya lantaran api merambat begitu cepat. Terlebih, ia baru saja mengisi stok barang dagangannya pada hari Sabtu sebelumnya.
”Lagi cari barang-barang yang layak pakai yang masih bisa diselamatkan. Jadi semalam gak keburu menyelamatkan barang, karena api kan sudah terlalu besar. Kalau kerugian perkiraan ya Rp100 jutaan lebih lah, masalahnya hari Sabtu kemarin saya baru mengisi dagangan,” ungkap Rozak.
Berdasarkan hasil asesmen sementara, pemicu amukan si jago merah diduga kuat berasal dari korsleting arus listrik. Kendati demikian, pihak kepolisian setempat masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti di balik insiden yang menghanguskan puluhan kios dan merugikan miliaran rupiah ini. (LK3)
Editor: Ahmad Muhlisin














