LINIKATA.COM, PATI – Musim kemarau membuat Sungai Silugonggo yang melintasi Kabupaten Pati mengering. Dasar sungai yang tersingkap itu justru mendadak ramai disulap warga jadi tempat favorit untuk berkumpul menikmati senja.
Pemandangan tak biasa ini salah satunya terlihat di bawah Jembatan Ngantru, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus. Saat sore hari, warga dari berbagai usia tampak asyik bercengkerama di atas tikar maupun terpal yang mereka gelar di dasar sungai.
Sambil menikmati kopi dan makanan ringan dari warung sekitar, mereka asyik bersantai hingga matahari terbenam. Pemandangan ini terbilang unik, sebab saat musim hujan sungai tersebut kerap melimpas dan membanjiri banyak desa di sepanjang alirannya.
Baca juga: Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen
Tak hanya nongkrong, beberapa warga juga memanfaatkan kondisi tersebut untuk mencari ikan. Dengan menggunakan jaring kecil atau seser, mereka berpindah dari genangan satu ke genangan lainnya.
Fenomena ini memang langka, karena baru terjadi dua kali. Kondisi ini diduga imbas dibangunnya bendung karet di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan pada 2024 lalu.
Sensasi Baru Nongkrong Senja
Salah satu warga, Ari Subekti mengaku jauh-jauh datang dari Kecamatan Juwana bersama teman-temannya untuk melepas penat di dasar sungai. Dirinya memang ingin cari suasana baru setelah biasanya nongkrong di warung atau kafe.
”Jadi sore ini kita memang bersama kawan-kawan mencoba melepas penat. Jadi kalau biasanya ngopi itu kami di warung tetapi kita mencoba dolan (main) ke Ngantru ini. Siapa tahu ngopi di dasar sungai ini kemudian mendapatkan pencerahan,” katanya saat ditemui, Jumat (21/8/2026).
Ari mengaku mendapat kesan berbeda ketika mencoba menikmati senja di dasar sungai yang terlihat jelas bekas-bekasnya dari akar pepohonan hingga bebatuan. Bahkan, ada juga beberapa perahu yang tertambat di pinggir sungai.
”Ya kelihatannya memang asyik, lah ngopi di dasar sungai, kemudian ada beberapa genangan-genangan, yang sungainya biasanya kita nggak berani, misalkan nyemplung (nyebur) gitu,” katanya.
Baca juga: Sungai Silugonggo Mengering, Wisata Susur Sungai di Sugiharjo Pati Terpaksa Tutup
Konsep River Coffee Dadakan
Menariknya, para penjual di warung sekitar sungai juga siap mengantarkan pesanan pengunjung langsung ke dasar sungai.
”Di Ngantru ini juga kita bisa memesan kopi, meskipun warung kopinya bukan di dasar sungai, tapi kita bisa memesan dan meminumnya sambil guyon-guyon di dasar Sungai Juwana,” bebernya.
Bagi Ari, ngopi di dasar sungai memang bisa menjadi alternatif baru di tengah maraknya kafe atau bahkan street coffee. Apalagi, fenomena sungai mengering ini tidak terjadi sepanjang tahun.
”Jadi selama musim kering ini, kalau teman-teman yang biasa ngopi di warung atau di kafe-kafe, biasanya street coffee gitu, kan, ya silakan sekarang ngopi di river coffee,” tuntasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














