LINIKATA.COM, KUDUS – Komando Distrik Militer (Kodim) 0722/Kudus bergerak cepat mengantisipasi ancaman krisis air bersih akibat musim kemarau panjang tahun ini. Langkah konkret diwujudkan melalui program pengeboran sumur fasilitas publik di empat titik strategis, yakni Desa Berugenjang, Desa Panjang, Desa Ngembalrejo, dan Desa Getassrabi.
Komandan Kodim (Dandim) 0722/Kudus, Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie, menjelaskan bahwa penentuan lokasi didasarkan pada pemetaan wilayah yang paling rentan terdampak kekeringan ekstrem. Sumur dibor hingga kedalaman puluhan meter untuk memastikan sumber air bawah tanah tetap stabil.
”Pengeboran sumur dilakukan dengan kedalaman antara 80 hingga 110 meter. Jaminan kedalaman ini penting agar pasokan air tetap mengalir lancar dan tidak kering di tengah puncak musim kemarau,” ujar Letkol Arh Yuusufa, Jumat (14/8/2026).
Baca juga: Dua Pekan Kekeringan, 1.091 Warga Glagahwaru Krisis Air Bersih
Bantuan KASAD Atasi Kekeringan
Program sosial ini didanai penuh melalui bantuan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) sebagai wujud komitmen TNI AD dalam mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya pemenuhan kebutuhan dasar MCK dan konsumsi harian.
”Kehadiran sumur publik ini diharapkan membuat warga tidak lagi bergantung pada bantuan tangki air atau membeli air bersih,” ujar Letkol Yuusufa.
Baca juga: Kekeringan Meluas, Enam Desa di Pati Terpaksa Minta Pasokan Air Bersih
Kolaborasi Lintas Sektor
Meski fasilitas sumur bor mulai beroperasi, Letkol Arh Yuusufa menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim secara berkelanjutan.
”Harapan ke depan, kita bisa terus berkolaborasi secara solid dengan pemerintah daerah setempat, termasuk merangkul pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial (CSR),” pungkasnya. (LK9)
Editor: Ahmad Muhlisin














