LINIKATA.COM, REMBANG – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mondoteko 3 Rembang akhirnya buka suara terkait insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa dan Guru di tiga sekolah. Pihaknya siap bertanggung jawab penuh atas permasalahan medis yang terjadi.
Person in Charge (PIC) Mitra Dapur SPPG Mondoteko 3 Rembang, M. Azhair, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh korban, orang tua murid, serta pihak sekolah. Sebagai bentuk tanggung jawab, pihaknya berkomitmen untuk mengganti seluruh biaya perawatan medis para siswa.
”Kami menyampaikan permintaan maaf yang mendalam dan akan mengganti seluruh biaya pengobatan seluruh siswa yang terdampak dugaan keracunan MBG ini,” ujar M. Azhair saat dikonfirmasi lewat Whatsapp, Kamis (6/8/2026).
Baca juga: Seratusan Siswa dan Guru SMPN 5 Rembang Diduga Keracunan MBG
Azhair juga mengimbau kepada para orang tua agar segera berkoordinasi dengan pihak sekolah. Hal ini dilakukan guna mempercepat proses pendataan dan penanganan kompensasi medis.
”Kami meminta seluruh orang tua siswa yang terdampak dugaan keracunan MBG ini agar segera melapor ke pihak sekolah,” tambahnya.
Berdasarkan data yang dihimpun hingga Kamis siang, jumlah korban dugaan keracunan MBG terus bertambah menjadi 299 orang baik siswa, guru, hingga staf. Rinciannya, SMPN 5 Rembang orang, SD Islam Nawawiyah (Tasikagung) 30 siswa, dan SMP Islam Nawawiyah 16 orang. dari jumlah tersebut, yang harus dilarikan ke rumah sakit ada enam karena mengalami dehidrasi akibat diare akut. Rinciannya, RSUD dr. R. Soetrasno Rembang ada 4 siswa, RS Bhina Bhakti Husada 1 siswa, dan Puskesmas Sulang 1 guru.
Dinkes Rembang Uji Sampel Makanan dan Sikap Sekolah
Merespons kejadian luar biasa ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang langsung menerjunkan tim ke lapangan. Petugas melakukan sidak ke Dapur SPPG Mondoteko 3 untuk melakukan investigasi kelayakan sanitasi.
Sejumlah sampel makanan dan sisa menu MBG yang dikonsumsi para siswa kini telah diamankan. Sampel tersebut dibawa ke laboratorium kesehatan di Semarang untuk diuji secara klinis guna mengetahui penyebab pasti keracunan.
Baca juga: Korban Dugaan Keracunan MBG di Rembang Tambah jadi 299 Orang dari 3 Sekolah
Kepala SMPN 5 Rembang, Menik Mustikatun, membenarkan adanya kejadian yang menimpa ratusan anak didiknya. Namun, pihak sekolah menegaskan belum bisa berspekulasi mengenai penyebab utama kontaminasi makanan.
Menik menyebut tim satgas sekolah sebenarnya sudah melakukan pengecekan kelayakan makanan sebelum dibagikan dan tidak menemukan tanda fisik makanan basi.
”Fakta jumlah (yang sakit) betul. Tetapi untuk penyebab utamanya, kami masih menunggu hasil laboratorium resmi dari pihak DKK (Dinas Kesehatan Kabupaten),” tegasnya. (LK8)
Editor: Ahmad Muhlisin














