LINIKATA.COM, KUDUS – Kementerian Agama (Kemenag) bergerak cepat melakukan pendataan terhadap tempat ibadah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain inventarisasi, pemerintah memastikan anggaran perbaikan masjid maupun gereja yang terdampak telah disiapkan.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat menghadiri agenda peresmian gedung baru sekaligus pembekalan mahasiswa baru di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus, Kamis (20/8/2026) siang.
Nasaruddin menerangkan, langkah awal penanganan bencana telah ditempuh melalui koordinasi lintas jajaran di tingkat daerah, mulai dari Kantor Wilayah (Kanwil) hingga Kantor Kemenag kabupaten/kota di NTT.
”Kita sudah koordinasi dengan jajaran Kanwil dan Kankemenag di daerah. Memang ada sejumlah rumah ibadah, baik masjid maupun gereja yang roboh, dan saat ini pendataan tengah berjalan,” ungkap Menag.
Baca juga: Peringati HUT ke-81 RI, Plt Bupati Pati Sampaikan Duka Gempa Bumi di Sikka NTT
Kendala Akses ke Lokasi Bencana
Meski demikian, Nasaruddin tidak memungkiri bahwa proses verifikasi di lapangan menemui hambatan teknis. Kerusakan pada jalur penerbangan serta material tanah longsor yang menutup akses jalan darat menjadi kendala utama tim untuk menjangkau lokasi-lokasi terisolasi.
”Untuk peninjauan langsung memang masih terkendala operasional bandara serta titik-titik longsor yang belum dibersihkan. Namun tim lokal dari Kanwil dan Kankemenag sudah bergerak di lokasi. Kemenag Pusat memberikan atensi penuh, dan bantuan renovasi untuk bangunan yang hancur dipastikan siap disalurkan,” tambahnya.
Mengenai target waktu verifikasi fisik tempat ibadah, Nasaruddin menegaskan pendataan akan dirampungkan dalam tenggat paling singkat. Di samping penanganan fisik, ia turut menyampaikan pesan solidaritas nasional bagi seluruh korban terdampak bencana.
”Targetnya selesai dalam waktu dekat. Yang terpenting, kami ingin menyampaikan kepada seluruh warga terdampak agar tidak merasa sendiri. Seluruh elemen bangsa ikut merasakan duka dan menanggung beban penderitaan ini,” tutur Menag.
Baca juga: IJTI Sampaikan Duka Gempa Sikka NTT, Imbau Jurnalis Hindari Eksploitasi Korban
Doa Menag untuk Korban Gempa NTT
Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam serta doa bagi para korban jiwa maupun warga yang terluka.
”Semoga korban yang wafat dipanggil Allah dalam keadaan syahid, yang mengalami luka-luka segera pulih, dan keluarga yang ditinggalkan dianugerahi ketabahan,” doanya.
Dia menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan siap memberikan solusi terbaik untuk penanganan pasca-gempa.
”Pemerintah tidak diam, pasti akan memberikan jalan keluar seperti hanya yang terjadi di daerah-daerah yang lain,” tutupnya.
Seperti diketahui, pada Kamis (20/8/2026), gempa mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan kekuatan magnitudo 7,7. Akibatnya, sejumlah infrastruktur, fasilitas umum, sarana jalan, hingga tempat ibadah di daerah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin














