LINIKATA.COM, REMBANG — Komitmen menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini yang inklusif terus diperkuat di Kabupaten Rembang. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang bersama Bunda PAUD Kabupaten Rembang, Musringah Harno, bersinergi mendorong satuan PAUD agar mampu memberikan layanan pendidikan yang ramah, setara, dan berpihak pada seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.
Penguatan komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan peningkatan kapasitas pendidik PAUD yang digelar Bidang PAUD dan DIKMAS pada Kamis (21/5/2026).
Dalam sambutannya, Musringah Harno menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi yang harus tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang menerima keberagaman tanpa diskriminasi.
Baca juga: Matangkan Persiapan SPMB Online, Dindikpora Gelar Sosialisasi dan Try Out
“Pendidikan inklusi bukan sekadar program, tetapi bentuk kepedulian dan kasih sayang kepada seluruh anak tanpa membeda-bedakan. PAUD harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan membuat setiap anak merasa dihargai,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan kapasitas guru menjadi langkah penting agar pendidik mampu memahami kebutuhan belajar anak secara lebih tepat dan humanis.
Asesmen Tepat Sejak Dini bagi PDBK
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rembang, Achmad Sholchan, menjelaskan bahwa Dindikpora tengah memperkuat kompetensi guru melalui pendekatan manajemen pendidikan inklusi yang terstruktur.
Salah satu fokus utama adalah peningkatan kemampuan guru dalam melakukan identifikasi dan asesmen peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK), sehingga layanan pembelajaran dapat disesuaikan sejak awal.
“Guru perlu memahami kebutuhan setiap anak secara tepat agar proses pembelajaran berjalan optimal. Pendekatan inklusi harus didukung kompetensi yang memadai, bukan hanya semangat pelayanan,” jelas Achmad Sholchan.
Selain itu, para pendidik juga mendapatkan pelatihan penyusunan Program Pembelajaran Individual (PPI) dan modifikasi pembelajaran adaptif agar materi belajar lebih mudah diakses seluruh peserta didik.
Baca juga: Dindikpora Rembang Gandeng BBPMP Jateng Antisipasi Kendala Pelaksanaan MBG
Gunakan Metode Seni dan Bahasa Isyarat
Dalam implementasinya, pendekatan inklusi turut diperkuat melalui metode seni dan komunikasi interaktif. Guru dikenalkan pada penggunaan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) yang dipadukan dengan lagu anak-anak sebagai media pembelajaran bersama.
Metode tersebut dinilai efektif membangun empati dan interaksi sosial antarsiswa sejak usia dini.
“Ketika anak-anak belajar memahami bahasa isyarat bersama, mereka belajar menghargai perbedaan. Nilai toleransi dan kepedulian tumbuh secara alami dalam proses belajar,” tambahnya.
Ke depan, Dindikpora Kabupaten Rembang menargetkan peningkatan jumlah Guru Pembimbing Khusus (GPK) di jenjang PAUD serta penguatan dokumentasi pembelajaran melalui penggunaan jurnal mengajar anak berkebutuhan khusus secara lebih sistematis.
Melalui sinergi ini, Kabupaten Rembang berharap dapat menghadirkan layanan PAUD inklusif yang tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga mampu membangun kedekatan emosional antara guru dan peserta didik. (Adv)
Editor: Ahmad Muhlisin














