LINIKATA.COM, REMBANG – Ambisi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang untuk mewujudkan Rembang Smart City 2026 kini tengah diterpa kabar miring.
Aplikasi Rembang Gemilang Mobile yang digadang-gadang menjadi pusat layanan publik digital, justru dilaporkan mangkrak di tengah jalan dan tidak dapat diakses secara optimal oleh masyarakat.
Awalnya, aplikasi ini dirancang sebagai sarana integrasi bagi masyarakat untuk mengakses berbagai pelayanan publik serta mendapatkan informasi terkini di Kabupaten Rembang.
Baca juga: Dinkominfo Lupa Anggaran Aplikasi Rembang Gemilang yang Dikerjakan Pihak Ketiga
Namun, memasuki tahun 2026, aplikasi yang tersedia di Google Play Store tersebut dinilai tidak berfungsi.
Selain itu, anggaran pengembangan aplikasi ini ternyata melebur (terkonsolidasi) ke dalam total pagu belanja program Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Rembang.
Pejabat Kominfo Kompak Bungkam
Linikata.com telah mencoba meminta konfirmasi kepada Kepala Dinkominfo Kabupaten Rembang, Budiyono, mengenai besaran anggaran yang dikucurkan dalam pembuatan aplikasi Rembang Gemilang Mobile melalui pesan WhatsApp sejak Selasa (19/5/2026). Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum ada jawaban yang diberikan.
Baca juga: Aplikasi Rembang Gemilang Jadi ‘Pajangan’ di Play Store, Warga: Gak Ada Manfaatnya!
Sementara itu, Sub Koordinator Komunikasi Publik Dinkominfo Rembang, Rudy Heryanto, saat dikonfirmasi hanya memberikan jawaban singkat dan mengaku harus berkoordinasi dengan pimpinan terlebih dahulu.
“Saya matur ke atasan dulu gih (Saya bicara ke atasan dulu ya),” ucapnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (20/5/2026).
Transparansi Anggaran Jadi Sorotan Publik
Hingga saat ini, publik masih mempertanyakan transparansi anggaran di balik proyek digitalisasi pada tahun 2022 lalu yang dinilai gagal berfungsi tersebut.
Editor: Ahmad Muhlisin














