LINIKATA.COM, PATI – Kekecewaan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) terhadap kinerja Polresta Pati bukan tanpa alasan. Dalam aksi unjuk rasa di depan Mapolresta Pati, Rabu (13/5/2026), massa membeberkan sederet kasus besar yang dinilai ditangani secara tidak profesional dan jauh dari rasa keadilan.
Koordinator aksi, Fajar Fajrullah, menegaskan bahwa akumulasi kasus-kasus mangkrak inilah yang mendasari tuntutan pencopotan Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi.
”Perbaiki kinerja Polresta Pati. Bila ada indikasi (ketidakmampuan), copot Kapolresta Pati Jaka Wahyudi. Kapolresta diindikasikan mempunyai celah dan tidak menegakkan keadilan. Siapa pun kapolrestanya nanti, semoga bisa amanah,” ujar Fajar.
Baca juga: Ratusan Massa AMPB Demo Tuntut Kapolresta Pati Dicopot
Berikut adalah daftar kasus yang menjadi sorotan utama massa:
1. Pelaku Utama Pembunuhan Sukolilo Masih Buron
Kasus pembunuhan di Pasar Malam Meron Sukolilo pada tahun 2024 menjadi sorotan tajam. Nyaris dua tahun berlalu, polisi dianggap belum mampu meringkus pelaku utama yang menusuk korban hingga tewas. Meski sudah ada dua orang yang ditangkap, massa meyakini otak penusukan masih bebas berkeliaran.
”Padahal sudah ada identitas pelaku dan saat ini katanya menjadi DPO, tapi kenapa belum terungkap?” kritik Fajar.
2. Tragedi ‘Tongtek Maut’ Desa Talun
Massa juga menyuarakan ketidakpuasan atas penanganan tragedi tongtek di Desa Talun, Kecamatan Kayen pada Maret 2026 lalu. Kendati empat orang telah divonis bersalah, AMPB mendesak polisi mengejar pelaku utama penusukan yang diduga kuat belum tertangkap.
3. Sengketa Lahan RS Bhayangkara
Isu pengalihan lahan seluas dua hektare di Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan, turut memanaskan suasana. Warga meyakini lahan tersebut adalah ’Bondo Deso’ atau aset milik desa. Warga mengaku terkejut karena lahan tersebut tiba-tiba diproyeksikan sebagai lokasi RS Bhayangkara tanpa adanya proses tukar guling atau jual beli yang transparan.
4. Beking Tambang Ilegal & Kasus ‘Kiai Cabul’
Maraknya tambang ilegal yang diduga dilindungi oknum kepolisian di wilayah Pati juga tak luput dari orasi massa. AMPB mendesak adanya atensi serius agar tidak ada “main mata” antara penegak hukum dan pengusaha tambang nakal.
Terakhir, Fajar menyoroti kasus kiai cabul berinisial A alias Mbah Walid yang sempat mangkrak hampir dua tahun sebelum akhirnya viral dan pelaku ditangkap.
”Jangan sampai ada pelaku utama tidak ditangkap. Apalagi saat ada kasus pencabulan, (pelakunya) selalu hilang,” tandas Fajar.
Baca juga: Kasus Pencabulan di Pati, Gus Miftah: Jangan Karena Oknum, Pesantren Jadi Korban
Tanggapan Pihak Kepolisian
Menanggapi rentetan tudingan tersebut, Plt Wakapolresta Pati, Kompol Anwar, menyatakan komitmennya untuk mengusut tuntas semua laporan masyarakat. Terkait pembunuhan Sukolilo, ia berdalih pencarian DPO terkendala identitas pelaku yang kerap berubah.
Sementara untuk isu lahan RS Bhayangkara, Anwar menegaskan berdasarkan pengecekan BPN, lahan tersebut adalah milik negara, bukan aset desa maupun Pemda. ”Setelah dicek, ternyata tanah itu bukan aset desa. Sudah bersertifikat pada bulan Januari 2026 sebagai milik negara,” jelasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin














