LINIKATA.COM, REMBANG – Pihak mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangharjo 02 Kragan menyatakan bertanggung jawab penuh atas insiden keracunan susu yang menimpa puluhan siswa di Kecamatan Kragan, Selasa (21/4/2026). Seluruh biaya pengobatan hingga kompensasi bagi keluarga korban kini telah diselesaikan.
Tanggung Biaya Rawat Inap dan Jalan
Perwakilan mitra SPPG 02 Karangharjo Kragan, Wahyu Adi, menegaskan bahwa seluruh biaya medis bagi 22 siswa yang terdampak telah ditanggung sepenuhnya. Komitmen ini mencakup biaya rawat jalan hingga rawat inap di Puskesmas Kragan 2.
“Dari pihak mitra sudah menanggung semua biaya. Sampai hari ini mereka pulang, semua administrasi perawatan di Puskesmas sudah kami selesaikan,” ujar Wahyu Adi, Rabu (22/4/2026).
Baca juga: Ahli Gizi SPPG Ungkap Penyebab Dugaan Keracunan MBG di SDN Balongmulyo Rembang
Selain menanggung biaya pengobatan, pihak mitra juga memberikan kompensasi kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral.
“Semuanya, 22 anak kita biayai. Kami juga memberikan kompensasi sebagai bentuk pertanggungjawaban kami kepada orang tua siswa,” tambahnya di wilayah Rembang.
Kondisi Siswa Mulai Membaik
Wahyu sempat menjenguk langsung para siswa yang dirawat dan berdialog dengan orang tua mereka untuk memastikan kondisi kesehatan anak-anak pasca-insiden tersebut. Menurutnya, pihak keluarga memberikan respons positif atas langkah tanggung jawab yang diambil mitra.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kragan 2, Arif Rohman Hakim, mengonfirmasi perkembangan kesehatan para siswa. Dari 17 siswa yang sebelumnya menjalani rawat inap, sebagian besar sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
Baca juga: Mual dan Pusing Kepala, 22 Siswa SD di Balongmulyo Rembang Diduga Keracunan MBG
“Iya betul, sebagian besar sudah membaik dan diperbolehkan pulang. Saat ini tersisa satu siswa yang masih harus menjalani perawatan intensif di puskesmas,” pungkas Arif.
Sebagai informasi, insiden ini terjadi bertepatan dengan peringatan Hari Kartini di SDN Balongmulyo, di mana para siswa mengalami mual dan muntah usai mengonsumsi susu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Editor: Ahmad Muhlisin















