LINIKATA.COM, PATI – Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menyalurkan bantuan stimulan puso tahap II kepada ribuan petani yang terdampak gagal panen akibat banjir. Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Realisasi Bantuan Rp15 Miliar untuk 6.700 Petani
Anggota Komisi VIII DPR RI, Sri Wulan, menyampaikan bahwa program bantuan ini merupakan respons atas bencana banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Pati pada periode Januari hingga Maret 2026.
“Alhamdulillah, hari ini bisa terealisasi sejumlah Rp15 miliar. Bantuan tersebut diberikan kepada sekitar 6.700 petani yang ada di Kabupaten Pati,” ujar Sri Wulan saat penyerahan bantuan secara simbolis di Pendapa Kabupaten Pati, Selasa (21/4/2026).
Baca juga: Penantian Panjang Berakhir, Petani Pati Terima Bantuan Puso Tahap II Senilai Rp15 M
Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut disalurkan kepada petani di empat kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Pati, Sukolilo, Jakenan, dan Kayen. Setiap petani menerima stimulan sebesar Rp8 juta per hektare untuk pemulihan sektor pertanian.
Sinergi untuk Ketahanan Pangan Nasional
Lebih lanjut, Sri Wulan menegaskan bahwa pencairan bantuan ini melalui komunikasi intensif dengan pemerintah pusat yang memberikan perhatian serius terhadap ketahanan pangan nasional. Diharapkan, dana stimulan ini dapat meringankan beban ekonomi para petani.
“Alhamdulillah sudah clear. Ini semua berkat sinergitas Komisi VIII DPR RI dengan Pemkab Pati, sehingga bantuan ini bisa cair sebagai bentuk perhatian terhadap ketahanan pangan,” tambahnya di wilayah Pati.
Baca juga: Kembalikan “Harta Karun” yang Tercecer, Pemkab Pati Serius Bangun Museum Cagar Budaya
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Adhi Chandra, berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani yang mengalami puso akibat banjir.
“Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban para petani yang tertimpa musibah. Bersama Komisi VIII DPR RI, kami selalu mendorong dan berkomitmen membantu petani yang mengalami puso agar hasil panen ke depan bisa lebih meningkat,” pungkas Chandra.
Editor: Ahmad Muhlisin















