LINIKATA.COM, PATI – Rencana pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di wilayah Kecamatan Jaken dan Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kini menghadapi tantangan serius. Masalah ketersediaan lahan menjadi faktor utama yang menghambat realisasi fasilitas pendidikan tersebut.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Baperida) Kabupaten Pati, Muhtar, mengungkapkan bahwa wacana ini awalnya merupakan aspirasi masyarakat Jaken yang disampaikan melalui surat resmi kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. Muhtar mengonfirmasi bahwa selain surat resmi, aspirasi tersebut juga disampaikan secara personal kepada pihak terkait.
“Itu kemarin memang masyarakat wilayah Jaken telah berkirim surat secara resmi kepada Pak Bupati, dan kemarin kami juga di-japri (pesan personal),” kata Muhtar.
Baca juga: Waspada Kemarau Panjang, Petani Pati Pilih Tanam Benih yang Panen Lebih Cepat
Dalam penjelasannya, Muhtar menekankan bahwa kewenangan pembangunan SMA Negeri berada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati sendiri berperan dalam memberikan laporan mengenai kondisi lapangan, peluang, serta kendala yang dihadapi dalam proses perencanaan.
“Itu adalah kewenangan Provinsi, sehingga nanti daerah itu menyampaikan kondisi aktualnya seperti apa, kendalanya, permasalahannya apa, peluangnya seperti apa,” ujar dia.
Selain persoalan lahan, terdapat pertimbangan non-teknis lainnya yang memengaruhi kepastian waktu pembangunan. Saat ini, di wilayah tersebut sudah berdiri beberapa institusi pendidikan setingkat SMA, seperti Madrasah Aliyah (MA) dan sekolah swasta lainnya. Pemkab Pati menilai penting untuk menjaga harmonisnya interaksi sosial antarlembaga pendidikan agar tidak terjadi persaingan yang tidak sehat atau konflik kepentingan.
“Pak Plt Bupati menyampaikan ada beberapa kendala yang sifatnya nonteknis kan di area itu sudah ada beberapa level sekolah se tingkat SMA ada MA dan sebagainya. Secara interaksi sosial harus kita bangun instruksi yang baik sehingga tidak menimbulkan gesekan komunikasi dan menimbulkan konflik dan lain sebagainya,” terangnya.
Baca juga: Batal Jadi Taman, Eks Kantor Satpol PP Pati Akan Dijadikan Kantor OPD
Hingga saat ini, titik koordinat pasti untuk lokasi gedung sekolah baru tersebut belum ditetapkan. Penentuan lokasi memerlukan kajian mendalam guna memastikan efektivitas dan aksesibilitas bagi calon siswa di masa depan.
“Titik lokus kami belum tahu, nanti bisa lebih lanjut. Penentuan titik itu kan harus ada beberapa kajian,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















