• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Harga Gabah Kering di Pati Meroket hingga Rp7.200 per Kilogram

Redaksi by Redaksi
Februari 16, 2026
in Regional
0
Tembus 9,4 Ton per Hektare, Varietas Inpari 43 Jadi Primadona Baru Petani Pati
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, PATI – Memasuki periode Februari 2026, harga Gabah Kering Panen (GKP) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terpantau mengalami kenaikan signifikan. Tren positif ini terutama dirasakan oleh para petani di wilayah selatan, khususnya di Desa Jatiroto, Kecamatan Kayen. Kondisi ini menjadi angin segar bagi sektor pertanian setempat setelah melewati masa panen awal tahun.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kayen, Masrukan, mengonfirmasi bahwa harga GKP saat ini telah melampaui angka Rp7.000 per kilogram. Ia memprediksi nilai tersebut masih berpotensi merangkak naik apabila kondisi cuaca terus membaik dan mendukung proses pascapanen.

Tren Kenaikan Harga di Wilayah Kayen

Kenaikan harga ini tersebar di beberapa titik wilayah binaan BPP Kayen dengan nominal yang bervariasi. Di Desa Jatiroto, harga gabah saat ini menyentuh Rp7.200 per kilogram, sementara di Desa Brati harga berkisar antara Rp7.000 hingga Rp7.100 per kilogram. Masrukan menjelaskan bahwa lompatan harga ini terjadi cukup cepat sejak awal bulan Februari dibandingkan harga sebelumnya yang hanya berada di angka Rp6.800 per kilogram.

Baca juga: Tembus 9,4 Ton per Hektare, Varietas Inpari 43 Jadi Primadona Baru Petani Pati

“Di Desa Jatiroto harga Rp 7.200 per kilogram GKP. Sedangkan, harga di Desa Brati kisaran Rp 7.000 sampai Rp 7.100 per kilogram GKP,” ungkapnya saat dihubungi, Jumat (13/2/2026).

Lebih lanjut, ia menegaskan perubahan harga tersebut mulai konsisten sejak memasuki awal Februari 2026.

“Harga itu mulai hari ini sejak awal Februari. Kalau sebelum awal Februari Rp 6.800 di Jatiroto wilayah binaanku,” jelasnya.

Faktor Cuaca dan Operasional Tengkulak

Menurut analisis Masrukan, terdapat beberapa faktor utama yang memicu kenaikan harga gabah di pasaran. Salah satunya adalah faktor cuaca panas yang sangat mendukung proses pengeringan gabah secara alami, sehingga kualitas gabah tetap terjaga. Selain itu, rendahnya biaya operasional di tingkat tengkulak turut mendorong harga beli di tingkat petani menjadi lebih kompetitif.

“Harga tersebut cenderung tinggi. Bisa (naik lagi),” tutur Masrukan optimistis mengenai tren harga ke depan.

Produktivitas Lahan Pertanian Jatiroto

Kegiatan panen raya di Desa Jatiroto sendiri sudah berlangsung sejak pekan ketiga Januari tahun ini. Desa yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Tambakromo tersebut memiliki total luasan areal pertanian padi mencapai 575 hektare. Hingga saat ini, sebagian besar lahan telah selesai dipanen dengan hasil produksi yang cukup memuaskan.

Baca juga: Plt Bupati Pati Klaim Program “10 Ton Bisa” Sukses, Minta Petani Tak Usah Ragu

Dari ratusan hektare lahan yang ada, rata-rata produksi hasil panen mampu mencapai angka 6,5 hingga 7 ton GKP. Meskipun sebagian besar lahan sudah dipanen, Masrukan menyebutkan masih terdapat beberapa area persawahan yang sedang menunggu giliran panen terakhir.

“Hasil produksi 6,5 ton sampai 7 ton di luas areal lahan 575 hektar. Ada lahan yang belum, tinggal sedikit,” pungkasnya. (LK1)

Editor: Ahmad Muhlisin

Tags: Harga gabahPetani
Previous Post

Peringati HPN 2025, PWI dan Bupati Kudus Hijaukan Lereng Muria

Next Post

Banjir di Pati, Toko Alat Pancing Ini Raup Omzet Capai Rp180 Juta Sebulan

Redaksi

Redaksi

Next Post
Banjir di Pati, Toko Alat Pancing Ini Raup Omzet Capai Rp180 Juta Sebulan

Banjir di Pati, Toko Alat Pancing Ini Raup Omzet Capai Rp180 Juta Sebulan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

Stay Connected

  • 700 Fans
  • 1000 Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Juni 13, 2026
Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Juni 15, 2026
Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Juni 3, 2026
Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Mei 4, 2026
​Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen

​Sungai Juwana Kering, Petani Karangrowo Pati Terancam Gagal Panen

5
Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih

Kekeringan di Pati Meluas, 20 Desa di 9 Kecamatan Bergantung Bantuan Air Bersih

5
777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Rembang Tumbang Diduga Keracunan MBG

777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Rembang Tumbang Diduga Keracunan MBG

5
Geger! Oknum Parpol hingga Ormas di Rembang Diduga Minta Jatah Proyek SD

Geger! Oknum Parpol hingga Ormas di Rembang Diduga Minta Jatah Proyek SD

4
MPR RI Buka Kanal Aspirasi, Lestari Moerdijat Ajak Warga Beri Masukan

MPR RI Buka Kanal Aspirasi, Lestari Moerdijat Ajak Warga Beri Masukan

September 15, 2026
Sidak 6 SPPG, Plt Bupati Pati Temukan Dapur Sempit hingga IPAL Tak Layak

Sidak 6 SPPG, Plt Bupati Pati Temukan Dapur Sempit hingga IPAL Tak Layak

September 15, 2026
Dilapori Banyak Kepala SPPG Lalai dan Sering Bolos, Chandra: Saya Minta Dipecat

Dilapori Banyak Kepala SPPG Lalai dan Sering Bolos, Chandra: Saya Minta Dipecat

September 15, 2026
Korban Dugaan Keracunan MBG di Gembong Pati Sempat Pingsan, Kini Trauma

Semua Korban Dugaan Keracunan MBG di Gembong Pati Sudah Sembuh

September 15, 2026

Recent News

MPR RI Buka Kanal Aspirasi, Lestari Moerdijat Ajak Warga Beri Masukan

MPR RI Buka Kanal Aspirasi, Lestari Moerdijat Ajak Warga Beri Masukan

September 15, 2026
Sidak 6 SPPG, Plt Bupati Pati Temukan Dapur Sempit hingga IPAL Tak Layak

Sidak 6 SPPG, Plt Bupati Pati Temukan Dapur Sempit hingga IPAL Tak Layak

September 15, 2026
Dilapori Banyak Kepala SPPG Lalai dan Sering Bolos, Chandra: Saya Minta Dipecat

Dilapori Banyak Kepala SPPG Lalai dan Sering Bolos, Chandra: Saya Minta Dipecat

September 15, 2026
Korban Dugaan Keracunan MBG di Gembong Pati Sempat Pingsan, Kini Trauma

Semua Korban Dugaan Keracunan MBG di Gembong Pati Sudah Sembuh

September 15, 2026
Lini Kata

Copyright © 2026 Linikata.com

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

Copyright © 2026 Linikata.com