LINIKATA.COM, SEMARANG – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan distribusi serta ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati tetap dalam kondisi aman terkendali selama banjir. Meskipun curah hujan tinggi menyebabkan jalur distribusi utama di Pantura terendam banjir, Pertamina bergerak cepat melakukan rekayasa jalur suplai agar kebutuhan energi masyarakat tidak terhambat.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menyatakan bahwa monitoring dan mitigasi terus dilakukan secara berkala untuk menjaga kelancaran energi di lapangan.
“Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM dan LPG di wilayah Jepara, Kudus, dan Pati yang terdampak banjir tetap aman. Kami melakukan pengaturan distribusi pada dinihari saat tidak ada kemacetan serta merubah jalur suplai agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi meskipun terdapat kendala akibat banjir,” ujar dia dalam rilisnya, Sabtu (31/1/2026).
Baca juga:
Rekayasa Jalur dan Tambahan Pasokan LPG
Sebagai strategi antisipasi menghadapi genangan di jalur Trengguli hingga Kaligawe, Pertamina mengalihkan rute mobil tangki melalui jalur alternatif Grobogan–Mranggen guna menghindari kemacetan parah.
Tidak hanya fokus pada BBM, Pertamina juga merespons kebutuhan mendesak masyarakat dengan menambah pasokan LPG 3 Kg secara signifikan. Penambahan tersebut mencakup 33.600 tabung untuk Kabupaten Jepara, 29.080 tabung untuk Kabupaten Kudus, dan 37.520 tabung untuk Kabupaten Pati demi menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
Taufiq menjelaskan bahwa langkah penambahan pasokan fakultatif ini sangat krusial guna mencegah praktik spekulasi oleh oknum yang memanfaatkan situasi bencana. Dengan stok yang melimpah, distribusi gas melon diharapkan tetap lancar dan masyarakat bisa membelinya tanpa rasa khawatir akan kelangkaan.
“Dengan pasokan yang mencukupi, diharapkan distribusi LPG tetap lancar dan masyarakat dapat memperoleh LPG sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET),” jelas Taufiq.
Prosedur Keselamatan SPBU Terdampak
Terkait aspek keselamatan operasional, terdapat beberapa unit SPBU di wilayah Kudus yang terpaksa dihentikan operasionalnya sementara waktu karena terendam banjir. Pertamina telah mengarahkan konsumen untuk melakukan pengisian bahan bakar ke SPBU terdekat yang tetap beroperasi normal seperti di wilayah Matahari, Prambatan, Hadipolo, dan Rendeng.
Baca juga:
Taufiq menegaskan bahwa standar kualitas produk tetap menjadi perhatian utama, di mana pengecekan menyeluruh terhadap tangki penyimpanan akan dilakukan secara ketat sebelum SPBU diizinkan beroperasi kembali.
“Kami memastikan kualitas BBM dan LPG tetap sesuai standar. Setiap SPBU yang terdampak banjir akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum kembali melayani masyarakat,” tutup Taufiq.
Saat ini, Pertamina Patra Niaga terus menjalin koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait dan memantau kondisi cuaca guna memastikan distribusi energi tetap aman, lancar, dan berkualitas. Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai layanan Pertamina, dapat menghubungi layanan pusat kontak di nomor 135. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














