LINIKATA.COM, PATI – Di tengah kepungan banjir yang merendam sejumlah wilayah di Bumi Mina Tani, Pemerintah Kabupaten Pati mengambil langkah taktis dengan mengalihkan seluruh donasi kemanusiaan yang awalnya dihimpun untuk korban bencana di Sumatra.
Dana ratusan juta rupiah milik ASN dan Kepala Desa tersebut kini diprioritaskan untuk menyambung hidup warga Pati yang terdampak bencana di rumah sendiri.
Hingga Senin (19/1/2026), kas donasi telah mencatat angka Rp691 juta dan diprediksi akan terus membengkak hingga menembus miliaran rupiah.
Prioritas yang Berubah
Bupati Pati, Sudewo, menegaskan bahwa keputusan ini diambil murni karena kondisi darurat yang juga melanda wilayahnya. Meskipun awalnya diniatkan untuk solidaritas lintas pulau (Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh), kebutuhan logistik warga lokal kini dianggap lebih mendesak.
Baca juga: Kerugian Akibat Bencana di Pati Ditaksir Capai Rp637,5 Miliar
“Karena Pati terdampak banjir, maka yang semula akan kami salurkan korban di sana (Sumatra dan Aceh), mohon maaf, kami pakai untuk warga Kabupaten Pati sendiri,” ungkap Sudewo.
Target Rp1 Miliar untuk Logistik
Meski saat ini terkumpul hampir Rp700 juta, proses pengumpulan dana dari para abdi negara dan perangkat desa masih terus bergulir. Sudewo optimis kekuatan gotong royong ini akan mencapai target maksimal.
“Rp691 juta itu baru terkumpul sementara, masih berjalan. Proyeksinya itu bisa Rp 1 miliar lebih, baru berjalan Rp691 juta,” jelasnya.
Dana yang sudah terkumpul dipastikan segera cair dalam bentuk bantuan pangan dan kebutuhan pokok lainnya.
“Rp 691 juta itu sudah standby. Artinya segera digunakan untuk belanja logistik,” sebutnya.
Instruksi “Totalitas” ASN dan Swasta
Tak hanya soal uang, Bupati juga menginstruksikan mobilisasi total seluruh instansi. Guru hingga tenaga kesehatan diminta tidak berpangku tangan meski wilayah tugas mereka tidak terendam banjir.
“Misalnya contoh tenaga kesehatan yang di Puskesmas harus standby berada di posko-posko, satuan pendidikan, guru-guru ikut kerja keras meskipun di kecamatan atau desanya tidak terdampak, tapi membantu kecamatan yang terdampak,” imbuhnya.
Baca juga: 12 Kecamatan Masih Kebanjiran, Bupati Pati Tetapkan Tanggap Darurat Bencana
Ia juga menutup celah ketidakteraturan bantuan dari sektor swasta. Sudewo meminta agar seluruh pengusaha yang ingin menyumbang dapat berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna menghindari penumpukan bantuan di satu lokasi saja.
“Nanti pengusaha swasta di sini, menengah maupun ke atas juga di imbau untuk berpartisipasi berupa logistik, misalnya beras. Kalau selama ini diberikan ke titik tertentu, sekarang ini dengan adanya pengaturan, koordinasi maka selanjutnya bisa melalui aturan supaya tidak overlap,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














