LINIKATA.COM, PATI – Bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pati sejak Jumat (9/1/2026) terus meluas. Sampai Rabu (14/1/2026), seluruh 21 kecamatan di Bumi Mina Tani terdampak banjir hingga tanah longsor.
Terbaru, dua jembatan di Kecamatan Jaken rusak dan putus akibat terjangan banjir, Rabu (14/1/2026). Jembatan pertama berada di Desa Manjang yang jadi akses penghubung dengan Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang. Jembatan tersebut ambrol di sisi Barat karena tak kuat menahan derasnya arus banjir.
Kemudian jembatan kedua berada di Desa Tamansari, Kecamatan Jaken. Jembatan penghubung dengan Desa Wiroto, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang itu putus karena masalah serupa.
Baca juga: Kirim Barang ke Bali, Sopir Truk Ini Terjebak Banjir Pantura Kudus-Pati Selama 18 Jam
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati menyebutkan, bencana banjir, tanah longsor, hingga puting beliung telah melanda 129 desa di 21 kecamatan. Mayoritas bencana tersebut adalah banjir dan wilayah yang mengalami dampak paling parah berada di Kecamatan Pati.
Banjir tersebut menggenangi ribuan rumah dan ribuan hektare lahan pertanian. Selain itu, berbagai fasiltas umum seperti masjid, musala, dan gereja juga terdampak. Bahkan, banjir juga merendam 21 Sekolah Dasar (SD) di berbagai kecamatan. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) harus dialihkan ke daring.
Kepala Harian BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya, mengatakan, untuk mengantisipasi kondisi terburuk, BPBD bersama pemerintah desa telah membuka lima titik posko pengungsian, yakni di Balai Desa Doropayung, bekas Stasiun Juwana, Balai Desa Bumirejo, Masjid Kalidoro, serta sebuah sanggar di Juwana.
Meski demikian, jumlah pengungsi bersifat fluktuatif. Sebagian besar warga hanya mengungsi pada malam hari dan kembali beraktivitas pada pagi hingga siang hari. Data pengungsi yang pernah tercatat di BPBD Pati mencapai puluhan jiwa.
Sejumlah dapur umum swadaya juga telah berdiri di berbagai wilayah, mulai dari Kelurahan Kalidoro, Kecamatan Pati, Tayu, hingga Dukuhseti.
Baca juga: Detik-Detik Pemotor Nyaris Terseret Banjir Bandang di Pantura Kudus
“Dapur umum itu murni inisiatif masyarakat. Kami dari BPBD mendukung dengan bantuan bahan baku seperti beras dan minyak,” kata Martinus.
Dalam upaya penanganan, BPBD Pati bersinergi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) untuk memperbaiki tanggul sungai yang jebol. Selain itu, dukungan kuat juga datang dari masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat intensitas hujan masih tinggi dan potensi bencana susulan masih mengancam sebagian besar wilayah Kabupaten Pati,” tuntasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














