LINIKATA.COM, PATI – Jalan Pantura Pati–Rembang di Desa Widorokandang, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati yang rusak bertahun-tahun akhirnya diperbaiki. Sebelumnya, jalan tersebut hanya diperbaiki dengan metode tambal sulam.
PPK 3.2 Provinsi Jawa Tengah, Christianto Budi Raharjo, menjelaskan panjang jalan yang akan diperbaiki sekitar 3,24 kilometer dari Jalan Lingkar Selatan (JLS) Pati hingga Batas Kota Rembang dengan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) sebesar Rp34,8 miliar.
”Perkiraan anggaran untuk penanganan ruas tersebut sebesar Rp34,8 miliar,” katanya lewat pesan singkat, Rabu (29/7/2026).
Baca juga: Pemkab Pati Rampungkan Perbaikan 28 Km Jalan Rusak
Peninggian Badan Jalan dan Pembetonan Antisispasi Banjir
Menurutnya, jalan tersebut akan ditinggikan untuk mengantisipasi banjir yang sering menggenangi kawasan tersebut. Setelah itu, jalan akan dibeton. Penanganan pada titik-titik rawan banjir tersebut akan diprioritaskan untuk dikerjakan lebih awal pada musim kemarau, sehingga pekerjaan dapat berlangsung lebih optimal dan risiko gangguan akibat genangan dapat diminimalkan.
”Struktur perkerasan menggunakan kombinasi Laston AC-BC sebagai lapis kerja dan Beton FS-45 sebagai lapis perkerasan permukaan. Fokus pekerjaan adalah meningkatkan elevasi dan kualitas struktur jalan pada segmen yang ditangani,” jelas Budi.
Budi menjelaskan, pemilihan beton itu meningkatkan ketahanan jalan dari rongrongan banjir. Meski begitu, kekuatannya tetap akan dipengaruhi oleh kondisi drainase dan curah hujan.
”Peninggian badan jalan yang menjadi bagian dari pekerjaan ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketahanan ruas terhadap genangan yang selama ini sering terjadi, meskipun efektivitasnya tetap dipengaruhi oleh kondisi sistem drainase dan intensitas curah hujan di kawasan tersebut,” katanya.
Baca juga: Warga Keluhkan Jalan Gunungsari Tak Berpembatas, Dishub Pati Akan Survei
Target Rampung Desember 2026
Pekerjaan jalan ini, kata Budi, akan berlangsung selama 154 hari kalender dan rencananya akan selesai pada Desember 2026. Selama pelaksanaan pekerjaan, pihak PPK telah berkoordinasi dan melakukan sosialisasi bersama Satlantas Polresta Pati untuk menyiapkan manajemen dan rekayasa lalu lintas.
”Pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara bertahap sesuai progres pekerjaan agar mobilitas masyarakat tetap terjaga, serta didukung pemasangan rambu-rambu, petugas pengatur lalu lintas, dan pengaturan buka-tutup jalur apabila diperlukan,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














