LINIKATA.COM, PATI – Realisasi Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Pati telah mencapai 48 persen. Capaian tersebut dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pati sejak pendataan resmi dimulai secara serentak pada 15 Juni lalu.
Kepala BPS Kabupaten Pati, Yul Ismardani, mengungkapkan, sasaran sensus ekonomi di Pati sebanyak 643.000 objek. Sensus ini meliputi seluruh skala usaha, mulai dari usaha besar, usaha menengah, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga pedagang keliling dan asongan.
“Alhamdulillah, di Kabupaten Pati ini sejak tanggal 15 Juni sampai 15 Juli, sebulan, sudah 48 persen keluarga dan usaha yang ada di Pati sudah didata. Jadi kita tinggal menyisakan sekitar 52 persen lagi sampai dengan bulan Agustus,” ujar Yul Ismardani saat ditemui usai kegiatan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 kepada insan pers dan pemengaruh (influencer) media sosial di The Safin Hotel Pati, Rabu (15/7/2026) siang.
Baca juga: BBM Kapal 30-200 GT Jadi Rp15 Ribu, Nelayan Pati Bernapas Lega
Target Maraton BPS Pati dan Sebaran Ribuan Petugas Sensus
Yul Ismardani mengungkapkan bahwa sisa target pendataan akan terus dikejar secara maraton hingga bulan depan. Mengingat, sensus ini dijadwalkan berlangsung selama dua setengah bulan, yakni hingga 31 Agustus 2026. Untuk menyisir seluruh wilayah yang terdiri atas 21 kecamatan dan 406 desa/kelurahan di Pati, BPS menerjunkan sebanyak 1.357 petugas pendataan.
“Sejauh ini, seluruh kecamatan dan desa telah mulai didatangi petugas, meskipun intensitas cakupan di tingkat RT masih terus dikejar secara bertahap,” katanya.
Baca juga: Gedung Belum Siap, Kemensos Tunda KBM di Sekolah Rakyat Pati
Pemetaan Potensi Makro dan Karakteristik Usaha Digital
Yul berharap, Sensus Ekonomi 2026 ini dapat memetakan potensi ekonomi secara makro hingga ke tingkat wilayah terkecil. Data ini penting untuk memetakan perekonomian warga setiap 10 tahun sekali.
“Selain untuk melihat ada tidaknya pergeseran struktur ekonom, seperti dari sektor pertanian ke industri atau perdagangan, sensus ini juga bertujuan untuk memotret karakteristik usaha digital serta menangkap kendala-kendala riil yang dihadapi oleh para pelaku usaha kecil di Kabupaten Pati,” katanya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















