• About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Lini Kata
Advertisement
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner
No Result
View All Result
Lini Kata
No Result
View All Result
Home Regional

Dua Tahun Berturut-turut, SD 5 Hadipolo Kudus Hanya Dapat 3 Murid Baru

Redaksi by Redaksi
Juli 14, 2026
in Regional
0
Dua Tahun Berturut-turut, SD 5 Hadipolo Kudus Hanya Dapat 3 Murid Baru
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LINIKATA.COM, KUDUS – SD 5 Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, kini tak lagi riuh. Di awal tahun ajaran 2026/2027 ini, bangku-bangku Kelas 1 tampak melompong. Hanya ada tiga pasang mata bocah yang duduk di sana, sebagai murid baru. Angka yang sama persis dengan tahun lalu, seolah menegaskan bahwa sekolah ini sedang berjalan di tempat.

Sekolah ini tidak sedang kekurangan fasilitas, melainkan sedang ‘sekarat’ dihantam stigma. Di tengah masyarakat, SD 5 Hadipolo telanjur dicap sebagai “Sekolah Anak Kampung Sosial”. Label inilah yang menjadi tembok tebal bagi warga sekitar untuk enggan menitipkan masa depan anak-anak mereka di sana.

“Kami sudah bergerak door to door, mengetuk pintu rumah warga agar mau menyekolahkan anaknya di sini. Tapi stigma itu terlanjur kuat. Akhirnya, mayoritas murid yang bertahan di sini memang hanya anak-anak dari kompleks kampung sosial,” tutur Solichul Hadi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD 5 Hadipolo, Selasa (14/7/2026).

Baca juga: Momen Bupati Kudus Antar Anaknya Hari Pertama Sekolah di SDIT Al Islam

Mirisnya, dari lima anak yang sebenarnya berminat mendaftar tahun ini, dua di antaranya terpaksa gigit jari. Mereka terganjal syarat administrasi karena tidak memiliki akta kelahiran. Pihak sekolah sudah menawarkan bantuan gratis untuk mengurusnya, namun respons dingin dari orang tua membuat upaya itu layu sebelum berkembang.

Pendidikan Kalah dari Urusan Perut dan Fenomena Murid Bekerja Jalanan

Dikatakan, total murid dari kelas 1 hingga kelas 6 di sekolah ini kini hanya tersisa 29 anak. Penurunan drastis ini mulai menjangkiti sejak tahun 2023, sisa-sisa efek pandemi Covid-19 yang mengubah perilaku anak-anak formal.

Terlalu lama belajar daring di rumah membuat mereka enggan kembali memegang buku. Bagi anak-anak di kompleks ini, pendidikan harus berkompromi dengan urusan perut.

“Setelah jam sekolah, mereka langsung disuruh bekerja oleh orang tuanya. Ada yang mengamen, berjualan rujak, sampai meminta-minta di jalanan,” ungkap Hadi.

Realitas pahit ini terbawa hingga ke dalam ruang kelas. Kerap kali, para guru harus membangunkan murid yang terkantuk-kantuk di atas meja saat pelajaran berlangsung. Rasa lelah akibat bekerja hingga larut malam di jalanan tak mampu disembunyikan oleh tubuh-tubuh mungil itu.

Tak hanya itu, pihak sekolah kerap didesak oleh orang tua murid agar membubarkan kegiatan belajar tepat pukul 12.00 WIB. Jika meleset sedikit saja, protes keras akan dilayangkan. Alasannya pilu, angkutan khusus yang akan membawa anak-anak ini ke ‘lahan kerja’ di jalanan sudah bersiap menjemput di depan gerbang.

Baca juga: Akibat Konflik Global, Revitalisasi Sekolah Rusak di Kudus Molor

Krisis Tenaga Pendidik dan Belum Adanya Solusi Instansi Terkait

Dengan demikian, beban berat SD 5 Hadipolo makin lengkap dengan minimnya tenaga pendidik. Saat ini, napas sekolah hanya ditopang oleh enam orang guru. Terdiri dari dua guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu, tiga guru PPPK paruh waktu, dan satu guru GTT. Demi membuat roda sekolah tetap berputar, para guru terpaksa merapel kelas dan mengajar melebihi kapasitas normal.

Hingga pertengahan Juli 2026 ini, jeritan dari sekolah di sudut Jekulo ini belum mendapat respons nyata. Baik dari pemerintah desa maupun Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) terkait, belum ada formula atau solusi konkret yang diturunkan ke lapangan.

SD 5 Hadipolo kini berada di persimpangan jalan, bertahan di tengah gempuran stigma negatif masyarakat, sembari terus berupaya menyelamatkan masa depan anak-anak jalanan yang berhak atas kenyamanan belajar. (LK9)

Editor: Ahmad Muhlisin

Tags: Murid BaruSd 5 Hadipolo
Previous Post

Banjir Rob di Tunggulsari Pati Kembali Meninggi, Puluhan Rumah Terendam

Redaksi

Redaksi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

Dinpermades Rembang

Stay Connected

  • 100 Fans
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Kuota Belum Terpenuhi, 7 SMP di Rembang Buka SPMB Tahap Dua

Juni 13, 2026
Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Sekolah Negeri Kekurangan Murid, SMPN 2 Pamotan Ungkap Penyebabnya

Juni 15, 2026
Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Orang Tua Tak Perlu Bingung, Sekolah di Rembang Bakal Buka Posko Bantu Pendaftaran SPMB Online

Juni 3, 2026
Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Dorong Transformasi Pendidikan, Pemkab Rembang Luncurkan Educare

Mei 4, 2026
Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

Nikmatnya Blekok Goreng, Kuliner Pati yang Tak Bisa Dijumpai Tiap Hari

1
Linikata_com Tawuran Antar 2 Kelompok

Polisi Bongkar Tawuran Brutal Antar Gangster Bersenjata di Sukolilo

0
Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi Kurban Ke Wilayah Jabodetabek dari Pati Meningkat Lima Kali lipat

0
BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Landa Sejumlah Wilayah

0
Dua Tahun Berturut-turut, SD 5 Hadipolo Kudus Hanya Dapat 3 Murid Baru

Dua Tahun Berturut-turut, SD 5 Hadipolo Kudus Hanya Dapat 3 Murid Baru

Juli 14, 2026
Banjir Rob di Tunggulsari Pati Kembali Meninggi, Puluhan Rumah Terendam

Banjir Rob di Tunggulsari Pati Kembali Meninggi, Puluhan Rumah Terendam

Juli 14, 2026
Diduga Korsleting Listrik, Mobil Carry di Winong Pati Hangus Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Mobil Carry di Winong Pati Hangus Terbakar

Juli 14, 2026
Harga Solar Meroket, Ribuan Nelayan Pati Terpaksa Berhenti Melaut

BBM Kapal 30-200 GT Jadi Rp15 Ribu, Nelayan Pati Bernapas Lega

Juli 14, 2026

Recent News

Dua Tahun Berturut-turut, SD 5 Hadipolo Kudus Hanya Dapat 3 Murid Baru

Dua Tahun Berturut-turut, SD 5 Hadipolo Kudus Hanya Dapat 3 Murid Baru

Juli 14, 2026
Banjir Rob di Tunggulsari Pati Kembali Meninggi, Puluhan Rumah Terendam

Banjir Rob di Tunggulsari Pati Kembali Meninggi, Puluhan Rumah Terendam

Juli 14, 2026
Diduga Korsleting Listrik, Mobil Carry di Winong Pati Hangus Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Mobil Carry di Winong Pati Hangus Terbakar

Juli 14, 2026
Harga Solar Meroket, Ribuan Nelayan Pati Terpaksa Berhenti Melaut

BBM Kapal 30-200 GT Jadi Rp15 Ribu, Nelayan Pati Bernapas Lega

Juli 14, 2026
Lini Kata

Copyright © 2026 Linikata.com

Navigate Site

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
    • Pemerintah
  • Regional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • UMKM
  • Takon Kang Deddy
  • Lini Video
  • Kriminal
    • Peristiwa
  • Wisata
    • Kuliner

Copyright © 2026 Linikata.com