LINIKATA.COM, PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dalam waktu dekat. Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp2,5 miliar.
Kepala Dinsos P3AKB Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia, mengungkapkan bahwa seluruh instrumen anggaran tersebut nantinya akan didistribusikan secara merata kepada para pelaku sektor tembakau yang dinilai paling rentan secara ekonomi.
“Di antara para penerimanya itu seperti petani tembakau, buruh tembakau, dan pekerja sektor terkait lainnya,” ujar Aviani lewat telepon, Jumat (4/7/2026).
Baca juga: YEU Latih Warga Tunggulsari Pati Beradaptasi dengan Banjir Rob
Disalurkan Sekaligus, Setiap Penerima Manfaat Kantongi Rp600 Ribu
Aviani merinci, berdasarkan hasil verifikasi data terbaru, bantuan tersebut akan disalurkan kepada 4.313 warga. Masing-masing penerima manfaat akan menerima BLT sebesar Rp300 ribu per periode.
“Setiap penerima manfaat mendapatkan sebesar Rp300 ribu untuk dua periode. Namun, untuk teknis penyalurannya di lapangan nanti akan diberikan sekaligus sebesar Rp600 ribu,” terang Aviani secara gamblang.
Proses Administrasi Dikebut, Target Cair Juli Ini
Hingga saat ini, pihak Dinsos P3AKB Pati bersama bank penyalur dilaporkan masih terus merampungkan kelengkapan dokumen administrasi pencairan tunai tersebut. Begitu seluruh tahapan birokrasi dan sinkronisasi data rekening klir, proses pemindahbukuan dana akan langsung dieksekusi agar kegunaannya bisa segera dirasakan oleh masyarakat bawah.
“Saat ini kami masih memproses pencairannya. Rencananya, BLT kompensasi cukai tembakau tersebut akan mulai disalurkan secara bertahap pada bulan Juli ini,” tambahnya.
Baca juga: Target Buka 10 Juli, Progres Sekolah Rakyat Tlogowungu Pati Baru 88 Persen
Kadinsos berharap, hadirnya stimulus finansial di tengah fluktuasi ekonomi daerah ini mampu menjadi bantalan pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari yang efektif. Muaranya adalah peningkatan taraf kesejahteraan bagi keluarga petani serta buruh linting rokok yang menjadi roda penggerak cukai di Kabupaten Pati.
“Harapannya tentu program ini bisa benar-benar bermanfaat bagi mereka, meringankan beban dapur, sekaligus dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidup para petani dan buruh tembakau di Pati,” pungkas Aviani. (LK2)
Editor: Ahmad Muhlisin















