LINIKATA.COM, PATI – Berkah Hari Raya Iduladha 1447 H benar-benar dirasakan oleh para peternak lokal di Kabupaten Pati. Penjualan hewan kurban jenis sapi melonjak sangat tajam hingga berhasil melego seratusan ekor dalam kurun waktu singkat. Tak tanggung-tanggung, nilai jualnya menyentuh angka Rp45 juta per ekor.
Lonjakan permintaan ini salah satunya dinikmati oleh Halim, penjual sapi asal Desa Klecorenggonang, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Pertengahan Mei 2026 ini, aktivitas di kandang miliknya mencatatkan rekor transaksi yang fantastis hingga belasan ekor per hari, jauh melampaui omzet hari biasa.
“Sejak Besar (Dzulhijjah) rata-rata sehari kisaran 9 sampai 10 ekor terjual, jika ditotal sejak 1 Dzulhijjah (18 Mei) sampai hari ini selama mendekati idul kurban sapi yang saya jual sudah laku 125 ekor. Kalau sebelum Dzulhijjah, biasanya hanya untuk keperluan konsumsi daging hanya 2 sampai 3 ekor per hari,” kata si penjual sapi, Halim, Jumat (22/5/2026).
Baca juga: Populasi Ternak di Pati Anjlok 50 Persen, Bagaimana Stok Kurban Iduladha?
Laris Manis Terjual Ratusan Ekor Menuju Jabodetabek
Pangsa pasar dari bisnis peternakan milik Halim kini sudah menembus skala antarpovinsi. Selain mengelola kandang di area Kecamatan Winong, ia juga menempatkan titik distribusi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Berkat jejaring tersebut, ratusan ekor sapi asal Pati sukses terserap pasar luar daerah. saat ini, sapi yang tersisa di pati ada 50 ekor.
“Saya jual terbanyak di Jabodetabek, Purwakarta, Cikarang dan sekitarnya. Kalau lokalan Pati hanya untuk masjid-masjid tertentu saja,” terangnya.
Sapi Jumbo Ukuran Besar Tembus Harga Rp45 Juta
Harga jual sapi kurban di tahun ini pun tercatat ikut terkerek naik seiring tingginya permintaan pasar pasca-Lebaran Idulfitri lalu. Halim sendiri membagi klasifikasi dagangannya berdasarkan acuan timbangan bobot hidup, mulai dari ukuran paling kecil 270 kilogram hingga yang terbesar mencapai 650 kilogram.
Untuk kategori sapi berukuran besar atau jumbo dengan rentang bobot 600 kilogram sampai 650 kilogram, harga jualnya mampu menembus nominal Rp45 juta per ekor. Kategori ini menjadi salah satu primadona yang banyak dipesan oleh konsumen di area-area perumahan elite luar kota.
Sementara untuk kelas di bawahnya, yakni sapi ukuran sedang dengan bobot 400 kilogram hingga 500 kilogram dipatok pada kisaran harga Rp33 juta sampai Rp35 juta. Sedangkan untuk sapi berukuran kecil berbobot 270 kilogram sampai 275 kilogram dilepas di angka Rp25 juta hingga Rp26 juta per ekor. Untuk hewan ternak di bawah ukuran tersebut tidak dijual karena masih masuk kategori pedet.
“Harga sapi rata-rata acuannya bobot hidup. Harganya per ekor menyesuaikan dengan bobot hidupnya, kalau sapi besar sendiri, sedang sendiri, dan kecil ada sendiri harganya,” kata Halim.
Baca juga: Wajib Tahu! Ini Tips dari Dispertan Pati Cara Pilih Hewan Kurban Sehat
Lonjakan Harga Signifikan di Wilayah Elite
Memasuki bulan Dzulhijjah, terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan berkisar antara Rp3 juta hingga Rp4 juta per ekor jika dibandingkan dengan kondisi normal pada bulan-bulan sebelumnya. Menariknya, selera pasar di tiap daerah sebaran lapak milik Halim menunjukkan tren yang berbeda.
“Lonjakan harga cukup tinggi dibandingkan hari biasa sejak Dzulhijjah merangkak naik, karena masyarakat banyak yang beli sapi untuk mengisi kandang yang nantinya dijual momen Iduladha. Yang saya jual beda-beda permintaan, kalau di sekitar kandang saya di Menteng kebanyakan sapi sedang laris, di Tangerang karena kawasan elit, kebanyakan yang laris sapi besar,” jelasnya.
Menjelang Hari Raya Iduladha yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 mendatang, tren penjualan ini diprediksi masih akan terus meningkat. Halim memperkirakan bahwa pergerakan pasar di akhir pekan ini akan menjadi titik tertinggi dari transaksi jual beli hewan kurban di lapaknya.
“Lebaran kan hari Rabu, biasanya kalau di lapak Sabtu-Minggu sebelum hari H jadi puncak penjualan. Saya rasa kalau Sabtu puncak penjualan,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














