LINIKATA.COM, KUDUS – Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) resmi mewisuda 553 lulusan baru dari 19 program studi (prodi) pada Kamis (21/5/2026). Momentum kelulusan ini sekaligus menegaskan komitmen UMKU dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap bersaing di pasar kerja internasional, sejalan dengan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat daya saing global pekerja domestik.
Rektor UMKU, Edy Soesanto, menyampaikan rasa syukur karena sebagian besar wisudawan telah terserap di dunia kerja bahkan sebelum resmi menyandang gelar akademis. Penyerapan tertinggi tercatat berasal dari rumpun program studi kesehatan, khususnya keperawatan.
“Alhamdulillah, sebagian dari wisudawan ini sudah langsung bekerja. Semoga ilmunya bertambah, kemampuan spiritualnya meningkat, dan kariernya terus menanjak,” ujar Edy.
Baca juga: UMKU Gandeng Lestari Moerdijat Gelar Seminar Kelola Limbah Berbasis Kesehatan
Ratusan wisudawan periode ini tersebar di 19 prodi, meliputi S1 Teknik Industri, S1 Sistem Informasi, S1 Ilmu Komputer, S1 Ekonomi Syariah, S1 Akuntansi, S1 Hukum, S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), S1 Bisnis Digital, D3 Keperawatan, D4 Teknologi Laboratorium Medis, S1 Keperawatan, S1 Kebidanan, S1 Administrasi Rumah Sakit, S1 Gizi, S1 Farmasi, serta Profesi Ners.
Kolaborasi Strategis dengan Lembaga Penyalur PMI
Menangkap peluang kerja sektor kesehatan di kancah global yang berkembang pesat, UMKU gencar menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai lembaga penyalur Pekerja Migran Indonesia (PMI). Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata terhadap visi pemerintahan Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya pengiriman tenaga kerja terampil (skilled labor) ke luar negeri demi mendongkrak daya saing bangsa.
Kesiapan UMKU ini sebelumnya juga telah mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat, menyusul kunjungan resmi Wakil Menteri Ketenagakerjaan ke kampus UMKU beberapa waktu lalu.
“Baru-baru ini kami diminta untuk bekerja sama dengan pihak Jerman, Jepang, dan beberapa negara lain. Berdasarkan data tracer study kami, lulusan dari prodi keperawatan menjadi yang paling mendominasi dalam penyerapan tenaga kerja saat ini,” ungkap Edy.
Pesan Rektor: Jadilah Insan Pembelajar Sepanjang Hayat
Edy mengingatkan bahwa dinamika global dan kemajuan teknologi yang cepat berubah menuntut generasi muda untuk terus beradaptasi. Ia menekankan bahwa gelar akademik bukan sekadar simbol capaian intelektual, melainkan amanah moral untuk menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.
“Sebagai lulusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, jadilah insan pembelajar sepanjang hayat. Jangan pernah berhenti bertanya, berpikir kritis, dan berinovasi. Bangsa ini membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul akademik, tetapi juga memiliki integritas dan empati,” tegasnya.
Baca juga: Lestari Moerdijat Sosialisasikan Aturan Baru Anti-Kekerasan di UMKU
Optimisme senada diungkapkan oleh Safira Saharani, mahasiswa terbaik dari prodi PGSD UMKU. Menempuh studi selama 3,5 tahun, Safira mengaku mendapat bekal keilmuan dan mental yang matang dari para dosen.
“Terima kasih kepada Bapak dan Ibu dosen yang telah membimbing saya selama ini. Pengalaman berkuliah di UMKU membuat saya jauh lebih percaya diri untuk mengabdi menjadi seorang guru dan terus mengembangkan diri di masa depan,” tuturnya.
Usai prosesi wisuda ini, Safira pun memantapkan targetnya untuk segera melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi guna menyongsong tantangan dunia pendidikan ke depan.
Editor: Ahmad Muhlisin













