LINIKATA.COM, PATI – Kawasan pesisir Desa Keboromo, Kecamatan Tayu, menjadi fokus aksi pelestarian lingkungan melalui penanaman 2.000 bibit mangrove, Rabu (13/5/2026). Gerakan ini diinisiasi oleh MAN 2 Pati berkolaborasi dengan PT Misaja Mitra dan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang.
Aksi nyata ini bertujuan untuk menekan dampak abrasi pantai sekaligus memulihkan fungsi ekologis hutan mangrove yang kian tergerus akibat alih fungsi lahan dan kerusakan lingkungan di wilayah pesisir utara Pati.
Ratusan peserta tampak antusias mengikuti kegiatan sejak pagi hari. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari Dinas Kehutanan, Lingkungan Hidup, Perikanan dan Kelautan, aparat keamanan, pemerintah desa, kelompok tani nelayan, hingga para guru dan siswa MAN 2 Pati.
Baca juga: MAN 2 Pati Peringati Harlah ke-30 dengan Tanam Ribuan Mangrove di Tunggulsari
Komitmen Korporasi dan Pelestarian Pantai
Perwakilan PT Misaja Mitra, Solkhan, mengungkapkan bahwa perusahaan yang didukung mitra dari Jepang tersebut memang memiliki agenda rutin pelestarian pantai.
“Kami memiliki komitmen kuat untuk menjaga dan merawat pantai melalui penanaman mangrove. Harapannya, fungsi kawasan yang sebagian telah berubah menjadi tambak atau rusak karena abrasi bisa kembali pulih secara bertahap,” jelas Solkhan.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi dengan institusi pendidikan seperti MAN 2 Pati dan berencana melanjutkan program serupa pada tahun mendatang. Tak hanya menanam pohon, para peserta juga melakukan aksi bersih sampah di kawasan Sungai Tayu untuk memastikan lingkungan pesisir tetap terjaga kebersihannya.
Baca juga: Miris! Hutan Mangrove di Tunggulsari Pati Hanya Tersisa 7,5 Hektare Saja
Edukasi Lingkungan bagi Generasi Muda
Kepala MAN 2 Pati, Arif Baehaqi, menegaskan bahwa keterlibatan siswa dalam aksi ini merupakan bagian dari edukasi karakter dan kepedulian lingkungan secara langsung.
“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga pesisir bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Melalui aksi ini, kami berharap generasi muda semakin peduli terhadap kelestarian alam,” ungkap Arif.
Ia berharap gerakan yang melibatkan lintas sektoral ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk menjaga ekosistem pantai demi keberlangsungan hidup di masa depan.
“Jika pesisir terjaga, kehidupan masyarakat di sekitarnya juga akan ikut aman. Karena itu, kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat,” tandasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














