LINIKATA.COM, PATI – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati memberikan panduan praktis bagi masyarakat dalam memilih hewan kurban. Hal ini dilakukan guna memastikan hewan yang dikurbankan benar-benar dalam kondisi prima, layak secara fisik, dan memenuhi syariat Islam.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dispertan Kabupaten Pati, Andi Hirawadi, menjelaskan bahwa masyarakat perlu teliti melihat detail fisik ternak sebelum membeli. Menurutnya, ada beberapa tanda klinis sederhana yang menunjukkan hewan dalam keadaan sehat.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat, layak, dan memenuhi syariat Islam. Kami ingin memastikan hewan kita aman, sehat utuh dan halal,” terang Andi saat melakukan pengawasan di Pasar Wage Pati, Kamis (7/5/2026).
Baca juga: Siaga El Nino! 96 Desa di Pati Terancam Krisis Air Bersih, Ini Daftar Wilayahnya
Ciri-Ciri Fisik Ternak yang Layak
Andi membagikan tips bagi masyarakat agar tidak salah pilih. Ia menyebutkan bahwa hewan yang sehat dapat dikenali dari nafas yang teratur, posisi berdiri yang tegak, serta kondisi mata yang jernih.
“Masyarakat dapat memilih hewan dengan nafas teratur, berdiri tegak, tidak ada luka, bola mata bening dan tidak bengkak, area mulut dan bibir bersih,” tuturnya.
Selain itu, ia menambahkan bahwa perilaku hewan dan kondisi rongga mulut juga menjadi indikator utama kesehatan ternak.
“Kemudian hewan aktif bergerak, nafsu makan baik, cermin hidung bersih, serta lidah bergerak bebas dan air liur cukup membasahi rongga mulut,” imbuh Andi.
Penerjunan Lima Tim Puskeswan
Untuk menjamin kualitas hewan kurban di seluruh wilayah, Dispertan Pati telah mengerahkan lima tim dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan). Tim tersebut tersebar di wilayah Pati, Wedarijaksa, Kayen, Tayu, hingga Jakenan.
Andi menegaskan bahwa pemeriksaan rutin terus dilakukan, mulai dari pasar hewan hingga ke kandang-kandang peternak untuk mengecek kelengkapan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
“Kami secara rutin melakukan pemeriksaan Kesehatan hewan. Selain di pasar hewan, kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan ternak di pedagang serta kendang dan peternakan,” jelasnya.
Baca juga: Simbol Toleransi Ajaran Sunan Kudus, Alasan Kerbau Gantikan Sapi Sebagai Hewan Kurban di Kudus
Prosedur Ante Mortem dan Post Mortem
Tak berhenti di pengawasan pasar, Andi Hirawadi memastikan bahwa pengawasan akan tetap ketat hingga hari penyembelihan melalui pemeriksaan sebelum dan sesudah pemotongan.
“Nantinya saat pelaksanaan juga akan ada pemeriksaan ante mortem dan post mortem. Ante mortem berupa pemeriksaan ternak sebelum dipotong untuk memastikan ternak yang dipotong sehat sementara Pos mortem itu pemeriksaan ternak setelah dipotong untuk memastikan daging dan jeroan aman layak untuk dikonsumsi,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin














