LINIKATA.COM, REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau tahun 2026 dengan menyiapkan pembangunan 27 embung tambahan di berbagai wilayah.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan air pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah. Penguatan infrastruktur air tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga produktivitas lahan di tengah potensi kemarau panjang.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, menyampaikan bahwa hingga saat ini ketersediaan air dari embung yang sudah ada diharapkan masih mampu mencukupi kebutuhan masa tanam kedua (MT2). Pihaknya terus memantau kondisi lapangan agar kebutuhan air bagi para petani tetap terjamin meskipun cuaca mulai berubah.
“Harapan kami, dengan masih adanya hujan di beberapa waktu terakhir, embung-embung ini bisa terisi kembali meskipun belum optimal,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Baca juga: Target Beroperasi Awal 2028, Pembangunan RS di Rembang Timur Segera Dimulai
Dukungan Anggaran APBN dan APBD untuk Infrastruktur Air
Agus menjelaskan, sebanyak 25 embung akan dibangun melalui dukungan anggaran APBN dengan pola swakelola bersama kelompok tani. Sementara itu, dua embung lainnya akan dibangun melalui APBD Kabupaten Rembang sebagai bentuk dukungan penguatan infrastruktur pertanian daerah. Selain pembangunan embung, Pemkab Rembang juga akan menambah irigasi perpompaan (IRPOM) di sejumlah wilayah.
Penambahan IRPOM ini bertujuan untuk memperkuat suplai air bagi lahan pertanian yang rawan mengalami kekeringan ekstrem. Langkah mitigasi ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka pendek dan menengah bagi wilayah-wilayah yang sulit menjangkau sumber air permukaan saat debit air mulai menyusut.
“Harapan kami permasalahan kekurangan air di musim kemarau, apalagi kemarau tahun ini yang diprediksi cukup panjang bisa terbantu dengan prasarana air yang kami sebutkan tadi,” ungkapnya.
Mitigasi Kekeringan di Wilayah Sumber dan Rembang Kota
Dinas Pertanian dan Pangan mencatat beberapa wilayah mulai mengalami penurunan ketersediaan air, khususnya pada lahan tadah hujan di wilayah Rembang Kota dan Kecamatan Sumber.
Baca juga: Wujudkan Transparansi, Pemkab Rembang Terapkan SPMB Online Perdana di 2026
Karena itu, langkah mitigasi terus dilakukan agar produktivitas pertanian tetap terjaga pada masa tanam kedua. Fokus utama saat ini adalah menyelamatkan tanaman yang sudah memasuki fase pertumbuhan krusial.
“Ini menjadi PR kami untuk memastikan tanaman di sekitar sumber air tetap bisa bertahan dan dipanen pada MT2,” tambah Agus.
Selain penguatan infrastruktur air, Pemkab Rembang juga meningkatkan pendampingan kepada petani melalui penyuluh pertanian sebagai langkah antisipasi terhadap dampak fenomena El Nino.
Ke depan, pemerintah daerah juga mempertimbangkan pengembangan program asuransi pertanian, khususnya untuk komoditas padi, guna memberikan perlindungan bagi petani dari risiko gagal panen akibat kekeringan.
Editor: Ahmad Muhlisin















