LINIKATA.COM, DEMAK – Cuaca ekstrem kembali memicu bencana di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Setidaknya dua desa di Kecamatan Dempet rusak diterjang angin puting beliung pada Sabtu (2/5/2026) sore. Meski tidak memakan korban jiwa, terjangan angin singkat tersebut merusak puluhan rumah warga dan satu unit mobil.
Dua wilayah yang terdampak paling parah adalah Desa Harjowinangun dan Desa Kebonsari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB itu sempat terekam kamera ponsel warga. Dalam video tersebut, terlihat material bangunan dan barang-barang milik warga berterbangan saat pusaran angin menyapu permukiman, memicu kepanikan luar biasa.
Kesaksian Warga dan Dampak Kerusakan
Purwanto, salah seorang warga Desa Kebonsari, menuturkan bahwa angin kencang muncul secara mendadak dari arah utara desa. Dalam hitungan detik, suasana berubah menjadi mencekam ketika atap-atap rumah mulai rontok dan beterbangan.
Baca juga: Puting Beliung Terjang Kudus: 395 Rumah Rusak, 2 Lansia Dilarikan ke RS
“Warga panik semua, Mas, langsung lari keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Anginnya sangat kencang, suara atap jatuh itu di mana-mana. Rumah saya sendiri rusak parah, gentingnya hancur semua,” ujarnya.
Data sementara menunjukkan sekitar 28 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Desa Harjowinangun tercatat sebagai wilayah dengan dampak kerusakan yang paling masif, di mana mayoritas rumah kehilangan atap gentingnya dan beberapa pohon besar tumbang.
Fasilitas Pendidikan dan Kendaraan Terdampak
Kepala Dusun (Kadus) Pojok Desa Harjowinangun, Suprayitno, mengonfirmasi bahwa selain rumah tinggal, sejumlah fasilitas pendidikan juga terdampak. Selain itu, satu unit mobil Honda Brio milik warga dilaporkan rusak berat akibat tertimpa material atap yang jatuh.
Baca juga: Puluhan Rumah di Pasuruhan Lor Kudus Rusak Diterjang Puting Beliung
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Sejak Minggu (3/5/2026) pagi, warga sudah mulai bergotong royong membantu memperbaiki atap rumah tetangga yang rusak supaya bisa segera ditempati kembali,” jelas Suprayitno.
Hingga saat ini, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak masih berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan mendalam terkait total kerugian materiil. BPBD Demak mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang sering terjadi belakangan ini. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin















