LINIKATA.COM, KUDUS – Raut bahagia terpancar dari wajah Krisna Sukmawati, warga Desa Margorejo, Kabupaten Kudus. Bagi Krisna dan suaminya yang sesama penyandang tunanetra, hujan bukan lagi ancaman yang menakutkan setelah rumah mereka kini disulap menjadi Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH).
Transformasi Hunian dari Mencekam Jadi Nyaman
Program RSLH ini merupakan hasil kolaborasi PT Djarum dan Polytron sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah. Krisna, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijat, menceritakan betapa mencekamnya kondisi rumahnya sebelum direnovasi dengan dinding retak parah dan atap rapuh.
“Semula kondisinya sudah rusak parah. Kalau hujan, saya takut kerobohan rumah. Sekarang sudah nyaman sekali, kalau tidur tidak khawatir genteng jatuh,” ungkap Krisna saat ditemui di Pendopo Kabupaten Kudus, Kamis (23/4/2026).
Baca juga: Dulu Atap Rumah Miring dan Bocor, Wagiran Senang Dapat Bantuan dari PT Djarum
Anggaran Rp8,9 Miliar untuk 128 Unit Rumah
Krisna adalah satu dari 128 penerima manfaat pada tahap pertama tahun 2026 yang tersebar di empat kecamatan, yakni Bae, Dawe, Jati, dan Kaliwungu. General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, menjelaskan bahwa program ini menelan dana sebesar Rp8,9 miliar dengan alokasi sekitar Rp70 juta per unit rumah.
“Kami ingin kontribusi kami membuat Kudus menjadi lebih baik, nyaman, dan bersih. Semoga aksi ini membantu kesejahteraan, kesehatan, dan peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat,” ujar Budiharto.
Langkah masif sektor swasta ini sejalan dengan visi besar pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menaruh perhatian besar pada penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca juga: Djarum dan Polytron Renovasi 130 Rumah di Kudus Lewat Program RSLH
Target 492 Rumah di Seluruh Jawa Tengah
Komitmen ini dipastikan tidak hanya berhenti di Kabupaten Kudus. Sepanjang tahun 2026, PT Djarum dan Polytron telah mematok target ambisius untuk merenovasi total 492 rumah di berbagai wilayah di Jawa Tengah.
Sinergi antara swasta dan pemerintah daerah ini menjadi model nyata bagaimana percepatan target “Rumah Layak untuk Rakyat” dapat diwujudkan tanpa hanya mengandalkan APBN atau APBD.
Editor: Ahmad Muhlisin















