LINIKATA.COM, PATI – Harapan para petani di Kabupaten Pati yang terdampak bencana banjir besar tahun 2023 akhirnya menemui titik terang. Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyerahkan secara simbolis Buku Tabungan Bantuan Stimulan Puso Tahap II kepada ribuan petani yang mengalami gagal panen di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (21/4/2026).
Penyerahan bantuan ini menjadi angin segar bagi sektor pertanian di Bumi Mina Tani. Program tersebut merupakan bentuk dukungan nyata dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bagi para petani yang lahannya terendam banjir pada periode Januari hingga Maret 2023 silam.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Pati, Kalakhar BPBD Pati, jajaran kepala desa, serta perwakilan kelompok tani dari berbagai wilayah yang menjadi sasaran penerima manfaat.
Baca juga: Atasi Kekeringan! Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi ke Kementan
Capai Rp15 Miliar untuk Empat Kecamatan
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Pati mengungkapkan rasa syukurnya atas terealisasinya bantuan stimulan ini. Nilai bantuan yang dikucurkan tergolong sangat besar dan diharapkan mampu menjadi modal kuat bagi petani untuk memulihkan produktivitas lahan mereka.
“Alhamdulillah hari ini bisa terealisasi sejumlah 15 miliar rupiah, bantuan tersebut diberikan kepada sekitar 6.700 petani yang ada di Kabupaten Pati,” ujar Risma Ardhi Chandra di hadapan para penerima bantuan.
Bantuan ini difokuskan bagi petani yang tersebar di empat kecamatan terdampak paling parah, yakni Kecamatan Pati, Sukolilo, Jakenan, dan Kayen. Adapun besaran bantuan yang diterima mencapai Rp8 juta per hektare, yang disalurkan langsung melalui rekening tabungan masing-masing petani.
Menjaga Ketahanan Pangan Nasional
Lebih lanjut, Chandra memastikan bahwa seluruh data petani penerima bantuan telah melalui proses verifikasi yang ketat sehingga penyalurannya tepat sasaran. Menurutnya, perhatian serius pemerintah pusat terhadap kondisi petani di daerah merupakan bagian dari strategi besar menjaga ketahanan pangan nasional.
Baca juga: Kembalikan “Harta Karun” yang Tercecer, Pemkab Pati Serius Bangun Museum Cagar Budaya
Pemerintah daerah pun kini mulai bersiap menghadapi tantangan iklim selanjutnya. Hal ini selaras dengan instruksi yang diterima para kepala daerah saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Kementerian Pertanian baru-baru ini.
“Alhamdulillah sudah clear, dan insyaAllah untuk ketahanan pangan ini Bapak Presiden sangat konsen sekali, sehingga kemarin kami semua kepala daerah dipanggil di Rakornas di Kementerian Pertanian untuk memberikan bantuan-bantuan terkait musim kemarau mendatang,” pungkasnya.
Dengan terealisasinya bantuan puso tahap II ini, Pemkab Pati berharap para petani kembali memiliki semangat dan modal untuk menggarap sawah mereka, sekaligus memperkuat posisi Pati sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Tengah.
Editor: Ahmad Muhlisin















