LINIKATA.COM, SEMARANG – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, secara resmi meluncurkan program “NU Peduli Pendidikan” PWNU Jawa Tengah di MG Setos Hotel Semarang, Kamis (9/4/2026). Program pendidikan untuk membantu Nahdliyyin ini merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga, mulai dari LP Ma’arif NU PWNU Jateng, LAZISNU PWNU Jateng, hingga dukungan perbankan dari Bank Jateng Syariah.
Komitmen Konstitusi dan Peran Pesantren
Dalam sambutannya, Saifullah Yusuf mengingatkan kembali mandat Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 mengenai tanggung jawab negara terhadap fakir miskin dan anak telantar. Menurutnya, pemenuhan aspek material, spiritual, dan sosial bagi masyarakat miskin selama ini sudah dijalankan secara konkret oleh lingkungan pesantren.
Baca juga: Pemkab Rembang Siapkan Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana, 11 Desa Jadi Prioritas
“Di pesantren yang dikelola kiai-kiai NU, hampir semuanya memberikan itu semua,” ujar Saifullah Yusuf.
Mengenal Strategi 12-Pas: Siapa Saja Penerimanya?
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Saifullah memaparkan peta jalan melalui skema Strategi 12-Pas. Strategi ini menyasar 12 kelompok sosial yang meliputi fakir miskin, anak-anak rentan (termasuk yatim piatu), penyandang disabilitas, lansia telantar, masyarakat berpendapatan rendah, serta korban bencana alam maupun sosial.
Selain itu, bantuan juga diarahkan bagi kelompok afirmatif, warga binaan lapas/rutan, korban kekerasan, korban NAPZA dan HIV/AIDS, masyarakat bermasalah sosial, hingga perempuan rentan.
Melalui pemetaan ini, NU diharapkan dapat menjaga agar anak-anak dari kelompok tersebut tidak putus sekolah.
“Salah satu isu strategis yang harus dikawal NU adalah menjaga agar anak-anak tidak putus sekolah dan memastikan kesejahteraan guru-gurunya terjamin,” tegasnya.
Baca juga: Info Beasiswa Undip 2026: Peluang Kuliah Gratis bagi Putra Daerah Asal Pati
Tata Kelola Modern dan Digitalisasi Infak
Saifullah berpesan agar lembaga seperti LAZISNU terus meningkatkan akuntabilitas dan menerapkan tata kelola organisasi yang modern agar tetap dipercaya umat. Di sela arahannya, ia menyelipkan kelakar khas santri yang memicu gelak tawa hadirin.
“Di NU itu niatnya cari berkah, nanti yang lainnya akan mengikuti, ya bisa saja jadi Menteri. Kalau cuma cari jabatan, ya capek semua nanti,” candanya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















