LINIKATA.COM, DEMAK – Bagi Abdul Hadi (76) dan istrinya Saripah (74), tahun 2026 seharusnya menjadi puncak dari kesabaran mereka selama 13 tahun. Namun, takdir berkata lain. Sebulan sebelum langkah kaki mereka menginjakkan kaki di Tanah Suci, pasangan lansia asal Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak ini harus menyaksikan rumah mereka hancur diterjang banjir.
Jebolnya tanggul Sungai Tuntang beberapa waktu lalu tak hanya membawa air dan lumpur, tapi juga merobohkan rumah tinggal mereka hingga rata dengan tanah. Kini, impian yang sudah dirajut sejak pendaftaran tahun 2013 itu harus diuji dengan kehilangan tempat bernaung.
Kesedihan Abdul Hadi kian mendalam karena musibah ini tidak hanya menyisakan puing bangunan. Seluruh persiapan untuk keberangkatan pada 2 Mei mendatang ikut sirna. Pakaian ihram yang sudah dicuci bersih, kain seragam, hingga perbekalan yang dicicil satu per satu, semuanya hilang ditelan banjir.
Baca juga: Memungut Sisa Asa di Balik Lumpur Slondoko: Potret Warga Demak Pasca-Banjir Bandang
“Rumah saya roboh, rumah cucu hilang, rumah anak juga rusak. Semua peralatan haji, baju ihram, dan perlengkapan lainnya hilang semua. Sekarang hanya tinggal baju yang saya pakai ini,” ungkap Abdul Hadi saat ditemui di pengungsian yang berada di musala tak jauh dari kediamannya.
Beruntung, di tengah kekacauan tersebut, dokumen-dokumen penting terkait administrasi haji masih dapat diselamatkan. Hal inilah yang menjadi satu-satunya pegangan fisik bagi mereka untuk tetap memelihara asa berangkat ke Makkah.
Pasca-bencana, Abdul, Saripah, dan putra mereka, Ali Mutohar (40), terpaksa mengungsi di sebuah musala desa. Di bangunan kecil yang selamat dari terjangan air itulah, mereka kini menjalani hari-hari dengan fasilitas seadanya sambil menata kembali hati yang hancur.
Meski cobaan datang bertubi-tubi, setelah sebelumnya sempat tertunda akibat pandemi COVID-19. Tekad Abdul Hadi tetap kokoh. Baginya, panggilan rumah Allah tidak bisa ditawar oleh musibah duniawi.
“Tetap berangkat. Saya, ibu, dan anak tetap harus berangkat. Doa kami sekarang hanya minta keselamatan dan kesehatan. Semoga berangkat sehat, pulang pun sehat,” tuturnya penuh keyakinan.
Kondisi keluarga Abdul Hadi kini dalam pengawasan Babinsa Desa Trimulyo, Serka Yoto. Ia memastikan bahwa secara administratif dan medis, Abdul Hadi dan keluarganya yang tergabung dalam Kloter 33 Kabupaten Demak sudah dinyatakan siap berangkat.
Baca juga: Jalan Alternatif Demak-Grobogan Putus Total Akibat Tanggul Sungai Tuntang Jebol
“Semua tahapan, mulai dari cek kesehatan hingga manasik, sudah selesai. Sekarang tinggal menunggu hari keberangkatan saja,” ujar Serka Yoto.
Kini, keluarga Abdul Hadi sangat berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah daerah maupun Kementerian Agama. Dengan sisa waktu yang kurang dari sebulan, mereka harus berpacu dengan waktu untuk melengkapi kembali keperluan ibadah haji yang hilang di tengah upaya mereka memulihkan diri dari dampak bencana banjir. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















