LINIKATA.COM, GROBOGAN – Gema dzikir dan doa bersama memenuhi Masjid Baitul Makmur, saat ratusan warga Dukuh Bonggo, Desa/Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, berkumpul dalam kegiatan Malam Lailatul Ijtima’ yang digelar Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Tanggungharjo, Jumat (3/4/2026). Pertemuan rutin ini menjadi istimewa karena menandai dimulainya era baru pengelolaan dana umat melalui peluncuran Koin NU Digital melalui NU Online Super App.
Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan dzikir, tahlil, dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Kehadiran jamaah yang memadati masjid menunjukkan antusiasme tinggi terhadap tradisi yang bertujuan memperkuat ukhuwah islamiyah serta memperdalam nilai-nilai keagamaan tersebut.
Ketua Syuriah NU Ranting Tanggungharjo, Syihabul Millah, menegaskan bahwa digitalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana masyarakat. Menurutnya, transparansi adalah kunci utama untuk menjaga kepercayaan para donatur.
Baca juga: Rumahnya Ambruk, Sholehah Senang Dapat Bantuan Perbaikan dari Bupati Jepara
“Dengan adanya aplikasi Koin Digital ini, kami berharap masyarakat luas bisa ikut memantau dan mengawasi secara langsung. Ini adalah upaya kami untuk menumbuhkan rasa percaya kepada pengurus, khususnya UPZIS-NU, agar pengelolaan dana umat semakin akuntabel,” ujar pria yang akrab disapa Gus Syihab itu.
Langkah modernisasi ini diambil bukan tanpa alasan. Aplikasi KOIN Digital menawarkan transparansi secara real-time, menjamin keamanan dana dari risiko kesalahan manual, serta memperluas aksesibilitas bagi warga Tanggungharjo yang berada di perantauan. Melalui kode QR yang disebarkan di media sosial, para perantau kini tetap bisa berkontribusi dengan cara infaq atau sedekah untuk program kemaslahatan di kampung halaman.
Aplikasi ini merupakan buah karya dari pengembang asal Semarang, Muhammad Rudy Asfin, sebagai wujud kepedulian terhadap pengembangan organisasi NU. Inovasi ini dianggap sebagai langkah strategis untuk merangkul generasi muda agar lebih aktif dalam kegiatan filantropi.
Baca juga: Plt Bupati Pati dan Baznas Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Degan Winong
Senada dengan hal tersebut, salah satu pengurus NU menyatakan bahwa penggunaan teknologi tidak akan melunturkan identitas organisasi. Penggunaan aplikasi ini justru menjadi jembatan untuk membawa nilai-nilai tradisional ke ranah yang lebih luas.
“Kami ingin menghadirkan kemudahan bagi warga dalam berkontribusi. Ini adalah langkah menuju pengelolaan yang lebih modern tanpa sedikit pun meninggalkan nilai-nilai tradisional NU. Kami tetap memegang teguh prinsip untuk menjaga tradisi sambil memperkuat jati diri,” ungkapnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin















