LINIKATA.COM, KUDUS – Ribuan umat Katolik memadati Gereja Santo Yohanes Evangelista, Kudus, pada Kamis (2/4/2026) petang. Kehadiran mereka menandai dimulainya rangkaian Trihari Suci melalui perayaan Misa Kamis Putih yang berlangsung penuh khidmat.
Tahun ini, pesan utama yang diusung bukan sekadar ritual tahunan, melainkan misi sosial untuk mewujudkan masyarakat yang lebih bahagia dan sejahtera melalui semangat pelayanan.
Momen paling ikonik dalam misa ini adalah prosesi pembasuhan kaki. Pastor secara simbolis membasuh kaki 12 perwakilan umat, merepresentasikan tindakan Yesus Kristus kepada para murid-Nya ribuan tahun silam.
Baca juga: Salat Id di Kudus, Abdul Mu’ti Serukan Persatuan Nasional di Tengah Gejolak Global
“Pembasuhan kaki adalah pesan nyata agar kita saling melayani tanpa sekat status sosial. Semangat inilah yang ingin kita bawa ke kehidupan sehari-hari,” ungkap Kabid Liturgi Dewan Paroki, Franciscus Xaverius Didik Setyawan.
Untuk menjamin kenyamanan ribuan jemaat, pihak panitia membagi ibadat ke dalam dua sesi yakni sesi pertama dimulai Pukul 17.30 WIB dan sesi kedua pukul 20.30 WIB.
Lonjakan jemaat diantisipasi dengan penyediaan ruang tambahan di area gereja, memastikan seluruh umat dapat beribadah dengan khusyuk meski dalam kerumunan massa yang besar.
Baca juga: Teladan Hidup Sehat, Bupati Kudus Ajak ASN Budayakan ‘Bike to Work’
Setelah prosesi Ekaristi dan komuni, suasana berubah menjadi lebih kontemplatif dengan perarakan Sakramen Mahakudus menuju altar khusus. Rangkaian malam itu ditutup dengan teguran, sebuah tradisi berjaga dan berdoa hingga tengah malam sebagai bentuk kesetiaan umat.
Lebih jauh, Didik menekankan bahwa tema Paskah 2026 adalah panggilan untuk “keluar” dari zona nyaman gereja. Umat didorong untuk menjadi agen perubahan yang aktif dalam menciptakan harmoni dan kepedulian di tengah masyarakat luas. (LK6)
Editor: Ahmad Muhlisin














