LINIKATA.COM, PATI – Kabar kurang sedap datang dari sektor kesehatan di Kabupaten Pati. Memasuki awal tahun 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati melaporkan temuan enam kasus positif penyakit campak.
Berdasarkan data terbaru, infeksi virus ini mayoritas menyerang kelompok usia anak-anak di bawah 10 tahun yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pati, Salis Diah Rahmawati, merinci, sebaran kasus tersebut berada di Kecamatan Tayu dengan total empat kasus, diikuti Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Sukolilo masing-masing satu kasus.
Baca juga: Plt Bupati Pati Minta Maaf Tak Bisa Perbaiki jalan Rusak Sebelum Lebaran
“Yang positif (campak) ada enam. Tayu, Tambakromo, Sukolilo. Rata-rata usia anak-anak di bawah 10 tahun,” katanya lewat telepon, Sabtu (19/3/2026).
Menurutnya, gejala yang muncul pada penderita terpantau cukup beragam namun khas. Salis menjelaskan bahwa pasien biasanya mengawali masa infeksi dengan demam tinggi yang bisa mencapai rentang 38-40 celcius, disertai batuk yang tidak kunjung reda, hidung berair, hingga mata merah yang menjadi sangat sensitif saat terkena cahaya. Kondisi fisik yang lemas dan penurunan nafsu makan juga menjadi tanda awal yang perlu diwaspadai orang tua.
“Setelah beberapa hari muncul bintik merah di kulit atau ruam. Biasanya mulai dari belakang telinga dan wajah lalu menyebar ke leher, badan, tangan, hingga kaki, bintik putih kecil di dalam mulut atau yang disebut bintik koplik dan demam biasanya masih tinggi saat ruam muncul,” tuturnya.
Selain gejala utama tersebut, beberapa pasien juga dilaporkan mengalami gangguan penyerta seperti diare dan sakit tenggorokan yang hebat.
“Dinkes Pati mengimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika menemui indikasi gejala serupa,” imbaunya.
Langkah preventif paling efektif yang disarankan adalah melalui jalur imunisasi. Berdasarkan hasil penelusuran lapangan, ditemukan fakta bahwa enam anak yang terjangkit tersebut memiliki status imunisasi yang tidak lengkap atau bahkan belum pernah mendapatkan vaksin campak sama sekali.
“Pencegahan campak imunisasi dengan Vaksin MR atau Vaksin MMR, cuci tangan dan terapkan etika batuk/bersin, hindari kontak dengan penderita, jaga daya tahan tubuh seperti makan bergizi, istirahat cukup. Segera periksa dan laporkan jika ada gejala,” terangnya.
Baca juga: Minyakita di Pati Langka Sejak Pertengahan Ramadan, Harganya Melonjak
Saat ini, pihak Puskesmas di wilayah terkait telah diinstruksikan untuk menggencarkan kembali program vaksinasi guna memutus rantai penularan. Salis menutup keterangannya dengan menyoroti pentingnya kelengkapan riwayat imunisasi dasar bagi setiap anak.
“Yang melakukan vaksinasi puskesmas. Beberapa yang positif campak setelah kami lihat status imunisasi campaknya banyak yang belum,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad MuhlisinÂ















