LINIKATA.COM, REMBANG – Semangat masyarakat Kabupaten Rembang terbukti tak luntur oleh cuaca. Meski hujan mengguyur, ribuan warga tetap memadati rute lintasan untuk menyaksikan kemeriahan Festival Thong Thong Lek 2026 yang digelar pada Selasa (17/3) malam. Tradisi khas Ramadan ini sukses menyedot perhatian massa dari berbagai penjuru daerah.
Antusiasme Tinggi di Tengah Guyuran Hujan
Bupati Rembang, Harno, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para peserta dan penonton yang tetap bertahan di lokasi. Walaupun kondisi cuaca kurang bersahabat, suasana kompetisi tetap terasa hangat dan penuh energi.
“Walaupun hujan, antusias para peserta maupun masyarakat tetap baik. Alhamdulillah tadi sekitar pukul 21.00 hujan sudah agak reda, jadi kegiatan tetap berjalan. Anak-anak bahkan ada yang memakai jas hujan, tetap selamat dan semangat sampai selesai,” ujarnya.
Baca juga: Harga Beberapa Kebutuhan Pokok di Rembang Naik Jelang Lebaran
Harno menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjadikan festival ini sebagai agenda rutin tahunan selama aspek keamanan tetap terjaga.
“Ini adalah tradisi budaya Kabupaten Rembang. Alhamdulillah sudah dua tahun berturut-turut kita adakan. Selama masyarakat bisa menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan, kegiatan ini akan terus dilaksanakan setiap tahun,” tambahnya.
Tema Retro dan Wadah Kreativitas Seni
Tahun ini, festival mengusung tema unik yakni “Tradisional Era 70 dan 90”. Sebanyak 25 kelompok dari 14 kecamatan di Kabupaten Rembang unjuk gigi menampilkan aransemen musik bambu yang kreatif.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang, Prapto Raharjo, menyampaikan bahwa hujan yang turun diharapkan menjadi berkah bagi kelancaran acara dan kemajuan daerah.
Baca juga: Percepat Swasembada Gula Nasional, Dintanpan Rembang Targetkan 1.550 Hektare Tebu
“Mudah-mudahan hujan ini membawa rahmat dan barokah untuk Kabupaten Rembang. Kami ucapkan terima kasih kepada para peserta atas keikutsertaannya. Ada pantun, ‘udan tanpa mendung, kebacut dandan kudu manggung’,” tuturnya.
“Tujuan kegiatan ini adalah menjaga kelestarian seni budaya Thong Thong Lek, memberikan wadah kreativitas dan regenerasi pelaku seni, serta memberikan hiburan kepada masyarakat,” jelas Prapto.
Adapun hasil lomba Festival Thong Thong Lek Rembang 2026 sebagai berikut:
- Juara 1: Guwe (Gegunung Wetan)
- Juara 2: Laskar Lojawu (Banggi Petak)
- Juara 3: Purboyo (Kuangsan)
- Harapan 1: Anarki (Ketanggi)
- Harapan 2: Warok Siman (Siman)
- Harapan 3: Remon (Mondoteko)
Editor: Ahmad Muhlisin















