LINIKATA.COM, PATI – Tradisi mudik Lebaran tahun 2026 di Kabupaten Pati membawa pesan damai yang menyejukkan. Berdasarkan rekomendasi Kementerian Agama (Kemenag), tiga vihara di Kecamatan Juwana resmi dibuka sebagai rest area (tempat istirahat) bagi para pemudik. Langkah ini menjadi simbol kuat toleransi antarumat beragama di Bumi Mina Tani.
Ketiga rumah ibadah umat Buddha yang ditunjuk tersebut adalah Vihara Lokapanna Sampurna (Desa Growong Lor), Vihara Shaddhadipa (Dukuh Babadan), dan Vihara Vidyaloka (Desa Pekuwon).
Vihara Ramah Pemudik: Terbuka untuk Semua Golongan
Penyuluh Agama Buddha Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Juwana, Kisruh Adi Setiawan, menjelaskan, fasilitas ini disediakan untuk membantu siapa saja yang merasa lelah dalam perjalanan, tanpa memandang latar belakang agama.
Baca juga: Mogok atau Habis Bensin, Rest Area Mobile Polresta Pati Siap Datangi Pemudik
“Sebenarnya jadi kesempatan baik buat Ummat Buddha untuk bisa membantu teman-teman yang sedang perjalanan mudik di saat berpuasa. Kami pun diperkuat adanya surat dari Kemenag untuk bisa menjadikan vihara yang ramah pemudik,” ungkap Adi, Selasa (17/3/2026).
Fasilitas Lengkap untuk Melepas Lelah
Meskipun merupakan rumah ibadah umat Buddha, pengelola menjamin kenyamanan bagi pemudik muslim maupun non-muslim lainnya yang ingin singgah. Fasilitas yang disediakan cukup memadai, mulai dari toilet bersih, aula yang luas, hingga tempat tidur sederhana.
“Kami memandang ketika orang mudik mereka capek butuh istirahat, toilet, nggak harus memandang agama apa, kalau kita punya fasilitas bisa dimanfaatkan dan mereka mau, silakan. Intinya kami tidak membatasi dari Buddhis saja, nonBuddhis kalau berkenan istirahat di vihara juga kami menyambut dan melayani,” bebernya.
Program “Vihara Ramah Pemudik” ini merupakan terobosan baru di 2026. Pihak Kemenag dan pengelola vihara berharap langkah ini dapat mempererat tali persaudaraan sebangsa dan setanah air.
Kapasitas untuk Rombongan Besar
Bagi pemudik yang membawa rombongan, ketiga vihara ini diklaim mampu menampung kapasitas yang cukup besar.
Baca juga: Konsumsi BBM di Jateng-DIY Diprediksi Melonjak 18 Persen Saat Mudik 2026
“Ketiga vihara yang direkomendasikan fasilitasnya memadai, toilet, aula untuk beristirahat, kasur, bisa bermalam, meski gak mewah. Ketiga vihara bisa bisa lihat untuk kapasitasnya juga sudah cukup untuk satu rombongan,” urai Adi.
Melalui inisiatif ini, diharapkan lelahnya perjalanan mudik dapat terobati dengan hangatnya sambutan persaudaraan di Kabupaten Pati. Adi menutup dengan harapan besar:
“Kita harapkan program ini yang tahun kemarin belum ada, semakin memperkuat rasa persaudaraan, toleransi kita. Tidak pandang agama apa, kalau butuh saling bantu, dan ke depannya bisa saling menguatkan,” pungkasnya. (Lk1)
Editor: Ahmad Muhlisin














