LINIKATA.COM, KUDUS – Puluhan mahasiswa di Kabupaten Kudus mengisi Ramadan dengan ngaji empat pilar kebangsaan di Joglo Akhwan, Kudus, Sabtu (14/12/2025). Forum yang membedah nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika itu menghadirkan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, secara daring sebagai narasumber utama.
Kegiatan bernuansa kebangsaan tersebut menjadi momentum berharga bagi para mahasiswa untuk memperdalam wawasan kenegaraan sembari menanti detik-detik kumandang azan Magrib. Suasana khidmat diskusi ini sekaligus mengubah rutinitas ngabuburit menjadi aktivitas intelektual yang lebih bermakna dan edukatif.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kudus, Akhwan menjelaskan, ngaji empat pilar kebangsaan ini merupakan salah satu program utama Lestari Moerdijat untuk memupuk nasionalisme para generasi muda di Kudus. Peserta ngaji ini merupakan mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) dan Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) yang mendapatkan beasiswa PIP aspirasi.
Baca juga: Lestari Moerdijat: Minat Baca Gen Z Naik, Tapi Pemahaman Konten Rendah
“Ya, minimalnya anak-anak ini bertambah wawasannya, kemudian pola pikirnya, sehingga materi-materi yang disampaikan kaitannya dengan kebangsaan bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari,” katanya.
Sebagai generasi penerus, lanjut Akhwan, para mahasiswa ini diharapkan bisa meneruskan tongkat estafet kepemimpinan yang berpegang teguh pada empat pilar kebangsaan.
“Harapan kami anak-anak didik atau generasi penerus ini, nanti dalam meneruskan tongkat kepemimpinan kebangsaan itu sudah memiliki pemahaman kaitannya dengan mempertahankan NKRI, cinta Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan lain sebagainya,” harapnya.
Salah satu peserta, Andani Nabil Arrasyid, mengatakan, ngaji empat pilar kebangsaan ini sangat bermanfaat untuk generasi muda, terutama mahasiswa. Menurutnya, materi yang disampaikan bisa jadi pegangan untuk terus memperkuat rasa persatuan.
“Jadi di Indonesia itu biar tidak terpecah belah dengan semboyan kita, Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetap satu jua,” katanya.
Baca juga: Lestari Moerdijat: LKP Jadi Solusi Strategis Tingkatkan Kualitas SDM dan Atasi Putus Sekolah
Menurut mahasiswa semester empat program studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UMK itu, implementasi empat pilar kebangsaan di lingkup kampus bisa dengan saling menghargai pendapat saat musyawarah hingga tidak membedakan suku atau agama.
“Contohnya, seperti ketika bermusyawarah saling menghargai pendapat teman-teman, dan tidak membeda-bedakan suku dan agama,” pungkasnya. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














