LINIKATA.COM, REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menjamin ketersediaan beras bagi masyarakat dalam kondisi aman terkendali menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang mencatat bahwa stok yang ada saat ini bahkan mampu mencukupi kebutuhan warga hingga beberapa bulan ke depan.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dintanpan Kabupaten Rembang, Dyah Ajeng Trenggonowati, mengungkapkan bahwa cadangan beras di berbagai gudang penyimpanan saat ini cukup melimpah. Per 7 Maret 2026, stok di gudang Bulog tercatat mencapai 8.000 ton, sementara di Sari Buana tersedia sekitar 550 ton dan di Jon Putra sebanyak 500 ton.
“Kalau stok beras jelang hari raya di Kabupaten Rembang masih cukup, Mas. Di Bulog sendiri ada sekitar 8.000 ton, kemudian di Sari Buana sekitar 550 ton dan Jon Putra 500 ton, belum lagi ditambah penggilingan-penggilingan beras lainnya,” ujar Dyah pada Selasa (10/3/2026).
Baca juga: Jelang Idulfitri, Pemkab Rembang Buka Posko Aduan THR
Kapasitas Stok Melampaui Kebutuhan Konsumsi Bulanan
Dyah menjelaskan, berdasarkan perhitungan rata-rata konsumsi masyarakat yang mencapai 89,03 kilogram per orang per tahun, estimasi kebutuhan beras di Kabupaten Rembang berkisar di angka 5.000 ton setiap bulannya. Dengan total stok yang tersedia, pasokan pangan dipastikan tetap stabil, apalagi didukung dengan mulainya musim panen di sejumlah wilayah.
Meski sempat muncul kekhawatiran akibat cuaca ekstrem yang merobohkan sebagian tanaman padi milik petani, hal tersebut dipastikan tidak mengganggu produktivitas secara nasional. Menurutnya, hasil panen periode ini tetap berkualitas baik dan mampu terserap maksimal.
“Produksi petani cukup bagus. Memang ada beberapa tanaman yang sempat ambruk karena angin kencang, tapi secara umum masih bisa dipanen dengan kondisi yang cukup baik,” jelas Dyah.
Kondisi surplus ini bahkan membuat gudang-gudang Bulog berada dalam kapasitas penuh. Melimpahnya pasokan juga dipengaruhi oleh program Bantuan Pangan (Bapang) dari pemerintah yang belum seluruhnya tersalurkan ke masyarakat penerima manfaat.
“Ini bahkan Bulog itu sendiri mau nangkap hasil panenan juga mereka masih full gudangnya. Karena kan dari Bulog ada kegiatan Bapang ya, bapang ini belum tersalurkan,” terangnya.
Baca juga: Emak-Emak Rembang Kini Bisa Cek Harga Sembako Real-Time di Pasar
Strategi Pasar Murah Tekan Kenaikan Harga
Kendati stok sangat mencukupi, Pemkab Rembang tetap mewaspadai potensi kenaikan harga akibat lonjakan permintaan menjelang Lebaran. Sebagai langkah antisipasi, Dintanpan telah menginisiasi Gerakan Pasar Murah (GPM), seperti yang dilakukan baru-baru ini di Kampung Ramadan dengan menyalurkan dua ton beras subsidi.
“Waktu pasar murah kemarin kita menyediakan dua ton beras subsidi. Itu saja masih kurang, ada beberapa pembeli yang tidak kebagian. Padahal itu baru satu hari,” tuturnya menekankan tingginya antusiasme warga terhadap komoditas bersubsidi.
Guna memastikan seluruh lapisan masyarakat terjangkau, Dintanpan Rembang telah menjadwalkan kembali serangkaian pasar murah sebelum memasuki masa libur panjang. Kegiatan tersebut rencananya akan digelar bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Rembang pada Kamis pekan ini, disusul kegiatan serupa di Kantor Dintanpan pada hari Jumat.
“Sesuai arahan Pak Kadin, kita memaksimalkan pelaksanaan pasar murah ini menjelang hari raya. Kamis dan Jumat itu menjadi pelaksanaan terakhir sebelum Lebaran, karena tanggal 18 sudah mulai libur,” tandas Dyah. (LK8)
Editor: Ahmad Muhlisin














