LINIKATA.COM, PATI – Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Pati mencatat cadangan pangan berupa Gabah Kering Giling (GKG) di gudang Kecamatan Margorejo tinggal 9 ton. Jumlah ini setara dengan 5 ton beras.
Kepala Disketapang Pati, Wahyu Setyawati, gabah tersebut merupakan sisa pengadaan pada 2025. Sedangkan pada tahun ini, pihaknya berencana melakukan penambahan cadangan pangan berupa GKG dengan total 44 ton di gudang Margorejo.
“Awalnya 36 ton itu sekarang tinggal 9 ton. Kalau pengadaan ini nanti 2026 sekitar 44 ton,” ujar Wahyu, Senin (9/3/2026).
Baca juga: Dari 400 Sisa 22 PKL, DPRD Pati Minta Pemkab Perhatikan Alun-Alun Kembangjoyo
Ia menambahkan, pengadaan GKG itu akan dilakukan pada pertengahan 2026 ini, dengan menyerap gabah yang dimiliki Kelompok Tani (Poktan) di wilayahnya. Hal itu, bertujuan untuk memberdayakan petani-petani yang ada di wilayah Kabupaten Pati.
“Kalau bisa secepatnya, paling tidak pertengahan tahun ini, paling tidak sekitar Mei,” ucap dia.
Dijelaskan Wahyu, sebelum melakukan penyerapan GKG, pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. Koordinasi itu untuk menentukan peruntukan cadangan pangan akan digunakan membantu menanggulangi kemiskinan ekstrem, stunting, atau bencana.
“Tidak, nanti akan digabung dan nanti mungkin untuk biasanya juga untuk kemiskinan ekstrem, stunting dan bencana,” pungkas Wahyu. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














