LINIKATA.COM, PATI – Polresta Pati bergerak cepat menangani masalah warga Dukuh Mbongkar, Desa Klumpit, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati yang kesulitan akses akibat jembatan putus diterjang banjir. Langkah nyata ini diambil untuk mengakhiri beban warga yang selama ini harus menempuh jalur memutar sejauh 20 kilometer atau nekat menerjang arus sungai demi aktivitas harian.
Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, menegaskan, pembangunan ulang jembatan ini merupakan bentuk respon cepat terhadap kesulitan yang dihadapi masyarakat. Polresta Pati berupaya mengambil peran dalam membantu pemerintah membangun fasilitas vital yang menghubungkan daerah-daerah dengan akses terbatas.
“Polresta Pati membangun jembatan Merah Putih Presisi ini sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo pada Institusi Polri,” ujar Kombes Pol Jaka Wahyudi, Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Hidupkan Ekonomi PKL, Pemkab Pati Rencana Gelar CFD di Alun-Alun Kembangjoyo
Pihaknya telah melakukan survei mendalam terhadap kondisi jembatan yang ambrol pada Rabu (4/1/2026) dan kemudian melakukan ground breaking pembangunan ulang jembatan, Jumat (13/2/2026). Targetnya, jembatan permanen dengan panjang 10 meter dan lebar 3 meter itu dapat rampung dalam waktu tiga bulan.
“Kami berharap nantinya bisa segera rampung dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambahnya.
Selain di Dukuh Mbongkar, Polresta juga membangun jembatan merah putih di tiga lokasi lain. Lokasi pertama berada di Kecamatan Margorejo yang sudah rampung dikerjakan: kedua di Tambakromo sedang dikerjakan, ketiga di Tlogowungu dan keempat di Dukuhseti.
“Kami melaksanakan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tahun 2026 ini sebanyak empat titik di Margorejo, Tambakromo, Tlogowungu, dan Dukuhseti,” beber Kapolresta.
Sembari menunggu proses pembangunan jembatan permanen, Polresta Pati bersama TNI dan warga sekitar bergotong royong membangun jembatan darurat berbahan bambu dan kayu agar mobilitas warga tidak lumpuh total.
Baca juga: Siap-Siap! Polresta Pati Gelar Operasi Candi 2-15 Februari, Ada Tilang Elektronik
Kehadiran Polresta Pati dalam proyek pembangunan jembatan ini menjadi secercah harapan bagi warga seperti Rukin, seorang petani setempat. Selama jembatan putus, ia harus memutar sangat jauh untuk menjual hasil bumi.
“Akses jalan ini cukup penting kalau mau ke balai desa. Harus memutar hingga 20 kilometer tapi jauh karena harus memutar ke Kecamatan Margoyoso dulu atau kalau tidak lewat Desa Cabak kemudian Desa Tegalarum baru sampai ke balai desa,” terang Rukin. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














