LINIKATA.COM, PATI – Setelah viral diperbaiki warga secara mandiri, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati akhirnya menambal jalan rusak di Perempatan Pentol, Desa Blaru, Kecamatan/Kabupaten Pati, Kamis (12/2/2026). Perbaikan itu bersifat sementara karena jalan kabupaten tersebut masuk proyek peningkatan jalan dengan anggaran Rp11 miliar.
Namun, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo, membantah jika penambalan itu dilakukan karena sebelumnya viral warga setempat menambal jalan tersebut secara swadaya. Dia berdalih, perbaikan sudah dijadwalkan tapi terkendala cuaca.
“Sudah dijadwalkan, Mas. Itu sudah diperintah lama sama Pak Plt Bupati sebenarnya. Tapi begitu diperintah, cuaca tidak mendukung,” beber dia saat ditemui di kantornya, Kamis (12/2/2026).
Baca juga: Kesal Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Pati Swadaya Perbaiki Jalan Rusak
Hasto mengungkapkan, saat ada aksi warga tersebut, pihaknya sebenarnya sedang menambal jalan rusak di depan Terminal Pati atau Jalan Munadi. Rencananya, setelah selesai pekerjaan akan bergeser ke perempatan pentol atau lokasi jalan yang ditambal oleh warga setempat.
“Setelah dari (Jalan) Munadi memang jadwalnya ke arah Pentol Blaru itu. Tapi memang untuk base course dulu, karena aspalnya belum produksi yang di penyedia AMP-nya,” kata Hasto.
Menurut Hasto, perbaikan itu hanya bersifat sementara karena jalan yang sudah beralih jadi kewenangan Kabupaten Pati sejak 2024 itu akan dilakukan penanganan permanen pada tahun ini. Pihaknya akan melakukan penanganan mulai Perempatan Kalianyar melewati Pentol Blaru hingga Jalan Lingkar Selatan dengan anggaran Rp11 miliar.
“Di tahun 2026 ini, karena memang kondisinya banyak kerusakan, kami usulkan itu di inpres jalan daerah dengan nilai nominal usulan Rp11 miliar,” katanya.
Baca juga: Disentil Swadaya Warga Blaru, DPUTR Pati “Gercep” Janjikan Aspal Jalan Rusak
Sebelumnya, warga Desa Panjunan bernama Deddy Gunawan terpaksa merogoh kocek pribadi sebesar Rp7 juta untuk menambal jalan rusak. Penambalan jalan tersebut dilakukan sepanjang 1 kilometer dari Perempatan Pentol Blaru hingga Dukuh Ngeluk, Desa Panjunan dengan dibantu warga setempat.
Warga mengaku kesal lantaran jalan tersebut sudah rusak berbulan-bulan dan tak kunjung diperbaiki. Bahkan, jalan rusak tersebut sudah menyebabkan banyak kecelakaan. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














