LINIKATA.COM, REMBANG – Wakil Bupati Rembang, M. Hanies Cholil Barro’, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Manasik Haji tingkat Kabupaten Rembang di Gedung Haji, Selasa (10/2/2026). Kegiatan tersebut diikuti ribuan jemaah calon haji yang akan diberangkatkan pada musim haji 2026.
Di hadapan para jemaah, Wabup yang akrab disapa Gus Hanies itu memberikan perhatian khusus terhadap kondisi fisik calon tamu Allah. Ia menegaskan bahwa ibadah haji merupakan ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik, sehingga kesehatan harus dijaga sejak sebelum keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
“Saya minta seluruh jemaah untuk benar-benar menjaga kesehatan. Ibadah haji ini ibadah fisik, jadi kondisi tubuh harus prima,” tegasnya.
Baca juga: Prioritaskan Lansia dan Disabilitas, Kemenag Kudus Matangkan Persiapan Haji 2026
Selain faktor kesehatan, Hanies juga menekankan pentingnya kedisiplinan selama menjalankan ibadah haji. Ia meminta para jemaah untuk selalu mematuhi arahan dan instruksi petugas haji, baik dari daerah maupun pusat, demi kelancaran seluruh rangkaian ibadah.
Pada kesempatan yang sama, Wabup Hanies menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Rembang dalam memberikan dukungan penuh kepada jemaah haji. Dukungan tersebut mencakup fasilitasi keberangkatan hingga kepulangan para jemaah ke Tanah Air.
“Pemkab Rembang selalu memberikan dukungan penuh, baik untuk fasilitas keberangkatan maupun kepulangan jemaah haji nanti,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Rembang, H. Ali Muchyidin, dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah jemaah haji asal Rembang tahun 2026 mencapai 1.089 orang. Dari jumlah tersebut, jemaah tertua tercatat atas nama Tarwinah (87) asal Desa Candimulyo, Kecamatan Sedan, sedangkan jemaah termuda adalah Muhammad Royan Helmi (16) asal Desa Kalipang, Kecamatan Sarang. Ali Muchyidin berharap para jemaah dapat menjadi teladan sepulang dari Tanah Suci.
Baca juga: Jemaah Calhaj Pati akan Berangkat ke Tanah Suci Mulai 7 Mei
“Harapannya ketika sudah haji, maka menjadi perantara dalam rangka menjaga ukhuwah Islamiyah, basyariyah, dan wathaniyah,” ujarnya.
Berdasarkan data Kemenag, Kecamatan Sedan menjadi penyumbang jemaah terbanyak dengan 171 orang, disusul Kecamatan Sarang sebanyak 162 orang dan Rembang Kota 148 orang. Seluruh jemaah dijadwalkan berangkat pada gelombang kedua awal, sekitar awal Mei 2026, yang terbagi dalam Kloter 46, 47, 48, dan 49. (LK1)
Editor: Ahmad Muhlisin














